Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wedang Tahu, Minuman Berkhasiat Khas Semarang

Minuman tradisional ini berasal dari tradisi Tionghoa yang dibawa ke Semarang pada abad 19.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 25 Maret 2021  |  16:42 WIB
Andi Eko penjual Wedang Tahu di Jalan Setia Budi, Tembalang Semarang. - Bisnis/Alif Nazzala R.
Andi Eko penjual Wedang Tahu di Jalan Setia Budi, Tembalang Semarang. - Bisnis/Alif Nazzala R.

Bisnis.com, SEMARANG - Ketika berkunjung ke Kota Semarang tidak lengkap rasanya apabila tidak mencicipi minuman khas satu ini. Namanya Wedang Tahu, minuman khas Kota Semarang yang melegenda.

Wedang Tahu bisa ditemui salah satunya di Jalan Setia Budi, Srondol Kulon, Banyumanik. Tepatnya kiri jalan sebelum pertigaan patung Kuda Universitas Diponegoro (Undip). Minuman tradisional itu bisa dinikmati hanya dengan merogoh kocek Rp7.000 saja.

Salah satu penjual Wedang Tahu Andi Eko mengatakan bahwa minuman tradisional ini berasal dari tradisi Tionghoa yang dibawa ke Semarang pada abad 19. Minuman ini sangat populer di Kota Semarang dan sering diikutkan dalam ajang pameran makanan dan minuman.

"Dari sejarahnya itu dibawa langsung oleh orang Tionghoa ke Semarang. Pertama kali ke Semarang sebelum tenar di berbagai daerah," kata Andi yang sudah berjualan menggantikan ayahnya sejak tahun 2014 saat ditemui, Kamis (25/3/2021).

Andi mengatakan, minuman tradisional Wedang Tahu ini memiliki khasiat yang bisa dirasakan oleh penikmatnya. Terutama bagi ibu hamil yang ingin keturunannya cantik atau ganteng.

"Banyak yang bilang itu, kalau ada ibu hamil ketika minum Wedang Tahu ini dipercaya nanti anaknya jadi bersih, kulitnya putih, cantik dan ganteng. Selain itu juga ada yang membuat tetap awet muda," tuturnya.

Dia mengatakan, resep Wedang Tahu ini rahasia. Tidak semua orang bisa membuat. Menurutnya, hanya orang yang diwarisi bisa menjual Wedang Tahu.

"Resepnya rahasia dan biasanya dilanjutkan oleh keluarga keturunan. Tidak bisa sembarangan orang. Saya sendiri keturunan ke 3 sejak kakek saya berjualan," jelasnya

Lebih lanjut Andi mengatakan, selama pandemi Covid 19 ini penjualan Wedang Tahu sedikit menurun. Penjualan setiap hari menurun hampir 30 persen dibanding sebelum pandemi.

"Setiap hari ini selama pandemi paling bisa terjual 50 porsi. Padahal sebelum pandemi bisa mencapai 80-100 mangkuk Wedang Tahu," katanya. (k28)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng kuliner semarang
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top