Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Keterisian Rumah Sakit di Kudus Masih Tinggi

Penanganan Covid-19 di Kudus sudah mulai terkendali, meskipun BOR-nya tinggi banget.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 31 Mei 2021  |  15:55 WIB
Warga melintas di depan objek wisata religi Masjid Menara Kudus, Desa Kauman, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (29/5/2021). Pemerintah setempat menutup seluruh tempat wisata menyusul lonjakan kasus Covid-19 pascalebaran di wilayah itu, hingga 29/05/2021 jumlah kasus terkonfirmasi postif Covid-19 mencapai 1032 orang yang sebelumnya 137 orang pada14/05/2021 dan menjadi kasus tertinggi di Jawa Tengah. - Antara/Yusuf Nugroho.
Warga melintas di depan objek wisata religi Masjid Menara Kudus, Desa Kauman, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (29/5/2021). Pemerintah setempat menutup seluruh tempat wisata menyusul lonjakan kasus Covid-19 pascalebaran di wilayah itu, hingga 29/05/2021 jumlah kasus terkonfirmasi postif Covid-19 mencapai 1032 orang yang sebelumnya 137 orang pada14/05/2021 dan menjadi kasus tertinggi di Jawa Tengah. - Antara/Yusuf Nugroho.

Bisnis.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan penanganan kasus Covid-19 di Kudus mulai tertata meskipun keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit masih tinggi.

Dia juga masih terus memantau perkembangan penanganan di sejumlah daerah yang masuk kategori zona merah di Jawa Tengah.

"Penanganan Covid-19 di Kudus sudah mulai terkendali, meskipun BOR-nya tinggi banget. Maka kita menyiapkan skenario-skenario untuk bisa melakukan persiapan atau respons yang lebih matang," katanya Senin (31/5/2021).

Skenario tersebut dilakukan agar semua pihak dapat terlibat dalam penanganan Covid-19 di sejumlah daerah yang mengalami lonjakan. Ia juga mengapresiasi semua kepala daerah di Jawa Tengah yang memiliki respons bagus.

"Saya terima kasih Polri sudah turun dan sense dari kawan kepala daerah bagus. Jadi mereka langsung operasi yustisi dilakukan, masyarakat kita edukasi terus, rumah sakit kita siapkan dengan baik dan kita menunggu apakah bisa berjalan dengan baik," katanya.

Terkait daerah lain yang mengalami peningkatan kasus, Ganjar mengaku masih terus memantau. Termasuk terakhir ada laporan dari Kota Semarang yang meningkat karena juga menampung pasien dari luar kota.

"Nanti akan kita lakukan checking. Saya mau cek yang ada di lapangan. Saya senang tadi pagi Wali Kota Semarang menyampaikan siap membantu. Semarang memang naik tapi tidak hanya dari Semarang, ternyata ada juga dari luar Semarang," ungkap Ganjar.

Sebelumnya, Ganjar menyampaikan bahwa ada sekitar delapan daerah yang mengalami lonjakan kasus Covid-19. Delapan daerah tersebut meliputi Kudus, Karanganyar, Sragen, Wonogiri, Banyumas, Cilacap, Klaten, dan Jepara. Khusus untuk daerah Banyumas dan Cilacap, Ganjar berpesan agar meningkatkan kewaspadaan karena di sana muncul varian baru yang dibawa oleh ABK kapal pengangkut gula dari India.

Selain itu, Ganjar juga berpesan kepada masyarakat agar tetap waspada dan menjaga disiplin protokol kesehatan. Partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah lonjakan seperti di Kudus terjadi di daerah lain.

Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memutuskan untuk menutup sementara semua objek wisata religi dan wisata alam demi mencegah penularan penyakit Covid-19.

"Penutupan dan pengetatan objek wisata ini sebagai langkah antisipasi agar kasus Covid-19 tidak terus melonjak. Penutupan dijadwalkan selama dua pekan sambil melihat perkembangan," kata Bupati Pati Haryanto di Pati, Minggu.

Ia menginstruksikan kepada semua camat, kepala desa, Puskesmas dan pihak terkait untuk bekerja keras melakukan tindakan pencegahan agar tak terjadi lonjakan kasus Covid-19.

Sejak awal pandemi sampai sekarang, kata dia, Kabupaten Pati belum pernah menangani pasien yang dirawat di rumah sakit hingga 88 orang, meskipun ada juga pasien rujukan dari daerah lain.

"Awalnya di Kabupaten hanya ada sekitar 40 pasien positif Covid-19. Namun sekarang meningkat menjadi 88 pasien. Itu berarti peningkatannya lebih dari 100 persen. Sehingga lebih baik kami melakukan tindakan pencegahan dibandingkan melakukan pengobatan," katanya.(k28)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng ganjar pranowo kudus
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top