Bisnis.com, SEMARANG – PT. Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) menyebutkan bahwa pihaknya mempunyai 6M untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 di lingkungan kerja.
“Kami terus berusaha untuk melakukan campaign di lingkungan kawasan kami. Yaitu dengan 6M, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, mencegah kerumunan, dan menghindari makan bersama, juga mengurangi pergerakan di lingkungan kawasan kami,” jelas Mochamad Yusuf Danadibrata, Direktur Operasional PT. KIW, dalam Dialog Interaktif Penguatan dan Pengawasan Protokol Kesehatan Pekerja di Sektor Industri Provinsi Jawa Tengah, Kamis (29/7/2021) lalu.
Yusuf menyebut bahwa kampanye 6M tersebut terus dilakukan kepada 69 tenant di KIW. Tak hanya itu, tim satuan tugas penanganan Covid-19 juga dibentuk untuk melakukan pengawasan dan pengendalian.
“Pembentukan tim satgas [Covid-19] itu di awal pada saat PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di awal dan terus berjalan sampai sekarang,” jelas Yusuf.
PT. KIW juga telah melakukan sosialisasi kepada tenant sebelum Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berlangsung. Sosialisasi tersebut bahkan mengajak dinas-dinas terkait di Provinsi Jawa Tengah.
“Ini kita menginisiasi webinar sosialisasi PPKM Darurat di lingkungan tenant-tenant kami untuk menginformasikan. Alhamdulillah sampai saat ini, semua mematuhi apa yang diinginkan oleh pemerintah,” jelas Yusuf.
Baca Juga
Pengendalian kasus Covid-19 di kawasan industri memang menjadi salah satu tantangan. Pasalnya, dengan banyaknya jumlah pekerja di Jawa Tengah, maka resiko penyebaran Covid-19 di kawasan industri pun semakin meningkat.
“Kegiatan di tempat kerja dan di luar tempat kerja baik di perjalanan, dalam aktivitas sosial di lingkungan keluarga, dan sekitar tempat tinggal secara timbal balik akan saling mempengaruhi timbulnya kasus Covid-19 di masyarakat dan di tempat kerja,” jelas Yulianto Prabowo, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Yulianto juga menegaskan bahwa sejumlah pelonggaran selama PPKM Level 4 merupakan upaya pemerintah untuk tetap menjalankan roda perekonomian. Meskipun demikian, masyarakat diharapkan dapat mematuhi aturan tersebut.
“Di PPKM Level 4 dan 3 ini, ada dibatasi, hanya ada sedikit pelonggaran agar perekonomian tidak betul-betul mati. Ini yang memang cukup bahaya, sehingga tarik ulur win-win solution-nya adalah PPKM Level 4 dan ini diharapkan semua bsia tetap patuh pada protokol kesehatan,” jelas Yulianto.