Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banjir Rob Demak, Begini Rencana Solusi Berkelanjutannya

Upaya penanganan banjir rob dengan vegetasi, dilakukan dengan penanaman mangrove (tanaman bakau) yang bisa tumbuh dengan baik.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 September 2021  |  08:09 WIB
Banjir Rob Demak, Begini Rencana Solusi Berkelanjutannya
Seorang anak duduk di depan rumahnya yang terkena banjir rob (air laut pasang). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, DEMAK - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menekankan pentingnya solusi jangka panjang yang berkelanjutan pada penanganan banjir rob yang menggenangi sejumlah permukiman di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan banjir rob yang terus meluas di Demak terjadi akibat pasang surut air laut yang salah satunya disebabkan penurunan permukaan tanah.

Penyebab tergambar dalam observasi lapangan maupun dalam audiensi BNPB dengan Bupati Demak Estianah dan kondisi ini membutuhkan pendekatan yang berkelanjutan agar bencana bisa diatasi dan dicegah dalam jangka panjang.

"Solusi yang mana penduduk bisa beradaptasi dengan kondisi seperti ini, salah satu contohnya adalah vegetasi,” kata Abdul Muhari di Kabupaten Demak, Jumat (10/9/2021).

Upaya penanganan banjir rob dengan vegetasi, lanjut dia, telah dilakukan dengan penanaman mangrove (tanaman bakau) yang bisa tumbuh dengan baik.

"Diharapkan dalam jangka panjang 10-20 tahun lagi, kawasan ini bisa tersedimentasi lagi, dengan harapan tentunya pengambilan air tanah juga dikurangi dari sisi hulu," ujarnya.

Selain itu, BNPB mendorong upaya mitigasi berbasis ekosistem dan vegetasi yang dilakukan bukan hanya akan membantu mengatasi bencana rob, namun sekaligus bisa difungsikan untuk mengembangkan perikanan budi daya.

Menurut dia, mitigasi ini tengah disosialisasikan kepada masyarakat setempat dengan menggunakan pendekatan budaya yang diyakini mampu mengedukasi masyarakat untuk membangun budaya sadar bencana, apalagi hal ini dilakukan sesuai dengan kearifan lokal, melalui seni tradisional dan tradisi setempat.

Bupati Demak Estianah mencontohkan edukasi bencana yang dilakukan melalui Ritual Apitan dan Ruwatan, yaitu tradisi untuk keselamatan dari bencana dan penyakit/pagebluk.

Menurutnya,kesenian tradisional dan spiritual bisa menjadi media untuk sosialisasi dan edukasi tentang budaya sadar bencana karena itu sudah menjadi budaya yang turun temurun serta merupakan media spiritual dan ritual untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Banjir Rob di Demak kerap menggenangi pesisir di 14 desa di Kecamatan Sayung, dan sejumlah desa lain di Kecamatan Karang Tengah, Bonang, dan Wedung.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menekankan bencana yang terjadi Demak bukan hanya persoalan kebupaten tersebut dan mencakup berbagai faktor dan lintas wilayah.

"Misalnya di wilayah Sayung yang sebagian juga masuk wilayah kota Semarang. Berdasarkan karakter wilayah itu, banjir rob terjadi karena pemanasan global serta kenaikan permukaan air laut," ujarnya.

Sepakat dengan BNPB, Ganjar juga menandai adanya penurunan muka tanah dan faktor yang menekan ternyata kompleks sekali, di hulunya ada deforestasi, kemudian turun di tengahnya biasanya terjadi banjir karena kita tidak terlalu bagus mengelola kanal-kanal yang ada

"Alhamdulillah, Semarang enam tahun telah mengelola dan selanjutnya faktor penurunan muka tanah yang cepat tersebut bertemu dengan faktor kenaikan muka air laut, ditambah faktor air banjir akibat pengelolaan kanan yang tidak baik.

Dengan analisa seperti itu, Ganjar menegaskan masalah rob tidak bisa hanya diselesaikan oleh pemerintah Kabupaten Demak.

"Demak tidak bisa bekerja sendiri, tapi Demak, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, bahkan secara pentahelix kita mesti melibatkan banyak pemangku kepentingan," katanya.

Ganjar menambahkan edukasi yang harus dilakukan kepada masyarakat adalah "awareness" masyarakat terhadap kondisi kebencanaan di Kabupaten Demak.

"Ketika literasi kebencanaannya cukup, mengerti, maka pencegahan bencana bisa dilakukan. Dalam hal ini Jawa Tengah telah membuat program untuk seluruh kabupaten/kota dan tentu saja Demak menjadi salah satu bagiannya," ujar Ganjar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir jateng demak

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top