Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jawa Tengah Incaran Investor

Jawa Tengah menjadi incaran investor karena memiliki lokasi strategis dan menggulirkan kebijakan proinvestasi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 November 2021  |  22:38 WIB
Presiden Joko Widodo (tiga kanan) didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (tiga kiri), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kiri), Bupati Batang Wihaji (empat kiri) dan jajaran menteri lainnya berbincang saat peninjauan Kawasan Industri Terpadu Batang dan Relokasi Investasi Asing ke Indonesia di Kedawung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020).  - ANTARA
Presiden Joko Widodo (tiga kanan) didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (tiga kiri), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kiri), Bupati Batang Wihaji (empat kiri) dan jajaran menteri lainnya berbincang saat peninjauan Kawasan Industri Terpadu Batang dan Relokasi Investasi Asing ke Indonesia di Kedawung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020). - ANTARA

Bisnis.com, SEMARANG - Para investor dari berbagai sektor menilai Provinsi Jawa Tengah merupakan tempat yang strategis untuk berinvestasi dan mengembangkan usaha masing-masing.

Presiden Direktur PT. Nestle Indonesia Ganesan Ampalavanar di Semarang, Kamis (11/11/2021), mengatakan bahwa Jateng memiliki lokasi strategis untuk mengembangkan perusahaan yang bergerak dalam bidang makanan dan minuman itu.

"Kami memutuskan untuk menempatkan strategi baru investasi kami, dengan membuat pabrik di lahan 20 hektare di Kabupaten Batang, Jateng," katanya pada ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF).

Menurut dia, pemerintah Indonesia melalui berbagai kebijakan untuk mendorong investasi telah menempatkan Jateng sebagai lokasi investasi unggulan.

"Selain itu, Pemprov Jateng pun dinilai berkomitmen sebagai daerah yang proinvestasi," ujarnya.

General Manager KHS PT. Shoenary Javanesia Chang Lee juga menyebutkan adanya beberapa kemudahan saat berinvestasi di Jateng seperti proses perizinan yang dilakukan secara daring.

"Ini (proses perizinan secara daring) bisa menghemat waktu dan lebih nyaman, terutama di tengah badai pandemi Covid-19," katanya.

Direktur PT Gachi Jaya Hwan Chae menambahkan faktor ketersediaan sumber daya manusia menarik perhatiannya untuk berinvestasi di Jateng, termasuk faktor upah yang kompetitif juga menjadi pertimbangan.

"Tersedia banyak pekerja yang mudah untuk dilatih rajin, bekerja rapih dan kooperatif. Terlebih lagi fasilitas ekspor-impor, konektivitas darat dan laut, serta jalan tol yang menghubungkan Jateng dengan Jakarta dan Surabaya," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Direktur Pengembangan Promosi, Kedeputian Bidang Promosi Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Ricky Kusmayadi.

Menurut dia, lokasi, gaji dan sumber daya manusia, menjadi daya tarik bagi para investor. Ia juga menyebutkan Kawasan Industri di Kabupaten Batang merupakan suatu kelebihan yang dipunyai oleh Jateng.

"Dari Taiwan itu ada tiga perusahaan yang akan melakukan survei. Kami belum bisa sebut perusahaannya, tapi poinnya adalah kami terus memfasilitasi ini di seluruh daerah di Indonesia," katanya.

Untuk mengawal investasi di Jateng, BKPM bersama Pemprov Jateng terus melakukan pengawalan, baik saat menyatakan kepeminatan hingga pengurusan izin.

"Kemudahan berusaha kami fasilitasi end to end, dari awal kepeminatan, kawal perizinan, sampai financial closing kami fasilitasi," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi jateng batang Kawasan Industri Batang

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top