Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Level PPKM Sejumlah Daerah di Jateng Naik

Ganjar meminta semua Bupati/Wali Kota melakukan pengetatan-pengetatan dalam penerapan protokol kesehatan.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 30 November 2021  |  17:21 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertindak sebagai inspektur upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia yang di Rumah Sakit Darurat Covid-19, Asrama Haji Donohudan Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (17/8/2021). - Twitter @ganjarpranowo
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertindak sebagai inspektur upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia yang di Rumah Sakit Darurat Covid-19, Asrama Haji Donohudan Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (17/8/2021). - Twitter @ganjarpranowo

Bisnis.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta semua kepala daerah standby dan berhati-hati menyusul naiknya level PPKM di sejumlah daerah di Jawa Tengah.

Kementerian Dalam Negeri telah mengumumkan status dari levelling PPKM sejumlah daerah di Indonesia. Untuk Jawa Tengah, 8 daerah ditetapkan masuk level 1, 25 kabupaten/kota masuk level 2 dan dua daerah yakni Pemalang dan Jepara masuk ke level 3.

"Semua sekarang harus standby dan harus hati-hati. Jadi kita lagi mencermati terus kemungkinan adanya varian baru. Alhamdulillah sampai saat ini di Indonesia belum ada. Maka kita hati-hati betul," katanya, Selasa (30/11/2021).

Terkait levelling itu, Ganjar meminta semua Bupati/Wali Kota melakukan pengetatan-pengetatan dalam penerapan protokol kesehatan. Tidak boleh ada yang lengah, apalagi menjelang libur Natal dan Tahun Baru.

"Semua harus siaga, maka prokes harus diperketat. Dimanapun tempatnya, jangan dilonggarkan. Kalaulah ada masyarakat yang bisa berkegiatan di tempat umum, tolong prokesnya ditaati. Minimal masker jangan sampai lepas," tegasnya.

Untuk daerah yang levelnya masih tinggi, Ganjar meminta agar pengetatan dilakukan dengan serius. Baik di pasar, restoran, tempat wisata dan lainnya harus diatur agar prokes benar-benar diterapkan.

"Dan untuk daerah yang levelnya tinggi, saya minta ditangani serius. Karena itu kan ada syaratnya untuk menurunkan levelling, salah satunya percepatan vaksinasi untuk lansia. Vaksin sekarang sudah banyak, maka ayo digenjot," katanya.

Khusus daerah yang masuk level 3, maka pengetatan prokes tidak boleh abai. Kalau ada yang tidak menaati prokes, maka petugas tidak boleh segan untuk menegur bahkan meminta putar balik.

"Termasuk tempat wisata juga diatur. Maka saya kemarin minta teman-teman Dinas Pariwisata untuk menyiapkan diri. Apalagi ini jelang libur akhir tahun, itu biasanya ramai. Maka saya minta diatur jumlahnya, prosentasenya, flownya sesuai dengan ketentuan," tegasnya.

Sementara itu, Ganjar juga meminta semua daerah di Jateng untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan mobilitas masyarakat jelang Natal dan tahun baru. Semua harus mempersiapkan diri dan melakukan antisipasi.

"Kalau penyekatan sampai hari ini kami belum ambil kebijakan itu. Maka kita hanya meminta pengertiannya dari seluruh kelompok masyarakat agar merayakan Natal dan Tahun Baru di tempatnya masing-masing agar kita bisa mencegah bersama-sama," jelasnya.

Meskipun demikian pihaknya bersama Kapolda telah berkoordinasi dan menyiapkan skenario-skenario terburuk. Skenario penyekatan mungkin dilakukan jika nanti terjadi perpindahan besar.

"Maka sekali lagi, kalau rame-rame dan terjadi perpindahan besar, ada potensi penularan. Maka saya minta pada seluruh masyarakat untuk tetap di wilayahnya masing-masing selama Natal dan Tahun Baru," pungkasnya.(k28)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng jawa tengah PPKM
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top