Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sektor Perhotelan Jateng Berharap Berkah Nataru

Kebijakan PPKM jelang Nataru diharapkan mampu mendongkrak tingkat hunian kamar hotel serta jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 17 Desember 2021  |  13:30 WIB
Sektor Perhotelan Jateng Berharap Berkah Nataru
Ilustrasi. - Antara/Nyoman Hendra Wibowo.
Bagikan

Bisnis.com, SEMARANG - Sektor perhotelan dan pariwisata di Jawa Tengah sedang menanti berkah perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pasalnya, usai pemerintah resmi mencabut rencana Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah diperkirakan bakal mengalami peningkatan.

“Perhotelan dan pariwisata di Jawa Tengah sudah merasa aman. Sekarang sudah mulai normal dan menyambut Nataru dengan gembira. Kemarin kan wait and see, sekarang kita sudah mulai berani buat paket [wisata] Nataru, khususnya paket dinner,” jelas Bambang Mintosih, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Provinsi Jawa Tengah dikutip, Jumat (17/12/2021).

Bambang mengungkapkan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, kebijakan PPKM telah berdampak pada rendahnya tingkat keterisian atau okupansi kamar hotel di Jawa Tengah. “Tingkat huniannya waktu ada aturan itu sempat 10 persen. Sekarang sudah di 25 persen. Jelang 2-3 sebelum Nataru itu biasanya sudah penuh,” ungkapnya kepada Bisnis.

Bambang juga menjelaskan bahwa saat ini sudah mulai banyak wisatawan yang melakukan reservasi di hotel-hotel di Jawa Tengah. Meskipun demikian, jika dilihat dari asal daerahnya, wisatawan lokal lebih banyak mendominasi.

“Sementara ini baru wisatawan asal Jawa Tengah yang melakukan reservasi. Sudah lumayan banyak. Cuma yang dari Jakarta belum,” jelas Bambang ketika dihubungi melalui sambungan telepon.

Lonjakan wisatawan di Jawa Tengah tentunya jadi angin segar bagi pelaku pariwisata. Pasalnya, selama dua tahun terakhir, jumlah kunjungan wisatawan mengalami penurunan drastis. Hal tersebut dapat dilihat dari sejumlah indikator yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah.

Pada Oktober 2019, jumlah kedatangan penumpang angkutan udara bisa mencapai 231.167 kedatangan. Namun, setelah pandemi Covid-19 menghantam, jumlahnya tak pernah menembus angka 60.000. Pada Oktober 2020 misalnya, ada 59.601 kedatangan penumpang angkutan udara. Sementara pada periode yang sama di tahun 2021, angkanya tak jauh berubah, tepatnya di 59.603 kedatangan.

Meskipun demikian, proses pemulihan sudah mulai terlihat dari indikator Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Berbintang. Jika pada Oktober 2020 angkanya berada di 35.05 persen, pada Oktober 2021 lalu posisinya telah mencapai 41.48 persen.

Perbaikan juga terlihat dari indikator Rata-rata Lama Menginap (RLM) yang pada Oktober 2020 angkanya mencapai 1.29 malam. Pada Oktober 2021, BPS Provinsi Jawa Tengah mencatat RLM tamu hotel berbintang di wilayah tersebut mengalami pertumbuhan hingga mencapai angka 1.32 malam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata jateng perhotelan jawa tengah
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top