Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Puan Maharani Meresmikan Pasar Legi Solo, Ada yang Aneh?

Ketua DPR RI Puan Maharani bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan bangunan baru Pasar Legi Solo, Kamis pagi.
Mariyana Ricky Prihatina Dewi
Mariyana Ricky Prihatina Dewi - Bisnis.com 20 Januari 2022  |  16:16 WIB
Sejumlah pedagang dan pembeli berebut gunungan berisi cabai dan bawang saat peresmian Pasar Legi Solo, Jawa Tengah, Kamis (20/1/2022). Pasar Legi yang terbakar pada 2018 tersebut telah direvitalisasi dan diresmikan dengan kapasitas bangunan pasar berjumlah 306 unit kios, 2190 los dan plataran 700 pedagang, yang diharapkan meningkatkan roda perekonomian di Kota Solo. - Antara/Maulana Surya.
Sejumlah pedagang dan pembeli berebut gunungan berisi cabai dan bawang saat peresmian Pasar Legi Solo, Jawa Tengah, Kamis (20/1/2022). Pasar Legi yang terbakar pada 2018 tersebut telah direvitalisasi dan diresmikan dengan kapasitas bangunan pasar berjumlah 306 unit kios, 2190 los dan plataran 700 pedagang, yang diharapkan meningkatkan roda perekonomian di Kota Solo. - Antara/Maulana Surya.

Bisnis.com, SOLO — Mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menyebut Pasar Legi Solo mencetak sejarah karena diresmikan oleh pimpinan lembaga legislatif. Seperti diketahui Pasar Legi diresmikan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani pada Kamis (20/1/2022).

Meski dihadiri pula oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat (PUPR) selaku perwakilan pemerintah (eksekutif), namun peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dilakukan oleh Puan Maharani.

“Ini sejarah, karena, mohon maaf, bukan kita suka atau enggak suka, tapi saya tahu aturannya. Peresmian itu eksekusi, tugasnya eksekutif. Kalau legislatif kan tugasnya legislasi, budgeting, dan controlling, sehingga kalau ini diresmikan Mba Puan selaku Ketua DPR ya baru pertama ini ada peresmian dilakukan oleh DPR,” jelas Rudy.

Lebih lanjut, Rudy mengatakan mengenai ketidakhadiran Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam acara itu karena undangannya mendadak. Menurut Rudy, Ganjar baru menerima undangan untuk menghadiri peresmian Pasar Legi Solo pada H-1 atau Rabu (19/1/2022). Itu pun sudah malam.

Padahal, pada hari yang sama Pasar Legi Solo diresmikan, Ganjar sudah telanjur mengiyakan undangan dari pemerintah pusat untuk memberikan pemaparan terkait mitigasi kebencanaan pada Kamis (20/1/2022) ini. Kalau undangannya diterima dua hari sebelumnya, Rudy mengatakan masih mungkin penyampaian paparan kebencanaan itu diminta untuk diundur.

“Beliau kan sudah telanjur diundang ke Jakarta, kan ya lebih penting berpikir dan berbicara tentang kebencanaan. Peresmian hanya seremonial, suatu saat kalau Pak Ganjar mau meninjau ke sini ya ndakpapa, kan ini juga wilayah beliau,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua DPR RI Puan Maharani bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan bangunan baru Pasar Legi Solo, Kamis pagi. Selain itu Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan beberapa kepala daerah di Soloraya hadir dalam acara itu.

Ada Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Bupati Wonogiri Joko Sutopo (Jekek), Bupati Sukoharjo Etik Suryani, dan Bupati Klaten Sri Mulyani. Dalam sambutannya, Puan meminta Pemkot Solo dan seluruh warga pasar ikut menjaga dan merawat sehingga pasar tersebut bisa berguna dalam jangka panjang.

“Semalam saya mendapat laporan karena hujan deras kemarin pasar kena tampias. Ke depan ini harus bisa diantisipasi jangan sampai terjadi lagi. Karena kalau sampai terjadi genangan pasti sangat mengganggu aktivitas pedagang maupun pembeli,” ujar Puan.

Sementara itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengucapkan terima kasih atas dukungan berbagai pihak terutama Kementerian PUPR sehingga akhir pembangunan Pasar Legi selesai dan bisa diresmikan hari itu.

Ia pun mengatakan komitmen Pemkot untuk terus menjaga agar Pasar Legi tidak hanya menjadi pasar induk yang bersih, nyaman, tertata, tidak kumuh, tapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. Tidak hanya untuk ekonomi Solo tapi juga Soloraya.

“Pasar yang baru ini ada tiga lantai yang menampung 321 pedagang kios, 2.218 pedagang los, dan 700 pedagang pelataran. Pasar ini juga sudah menerapkan sistem pembayaran nontunai sehingga lebih efisien,” ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng Solo puan maharani Gibran Rakabuming Raka

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top