Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Update Covid-19 di Jateng, Kasus Positif Naik 3 Kali Lipat

Jumlah kasus positif Covid-19 di Jawa Tengah naik tiga kali lipat. Meski demikian tingkat keterisian kamar di rumah sakit masih rendah.
Taufik Sidik Prakoso
Taufik Sidik Prakoso - Bisnis.com 23 Februari 2022  |  09:08 WIB
Ilustrasi-Petugas medis mengambil sampel usap hidung dan tenggorokan dalam pemeriksaan untuk mendeteksi penularan Covid-19 - Antara
Ilustrasi-Petugas medis mengambil sampel usap hidung dan tenggorokan dalam pemeriksaan untuk mendeteksi penularan Covid-19 - Antara

Bisnis.com, SOLO - Perkembangan kasus Covid-19 di Jawa Tengah cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, jumlah kasus positif Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan tajam.

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin mengatakan meski angka kasus meningkat, tingkat keterisian rumah sakit masih kecil.

“Perkembangan kasus Covid-19 naiknya tiga kali lipat. Kenaikannya terlalu tinggi. Tetapi memang yang perlu diantisipasi bagaimana menyiapkan masyarakat yang terpapar Covid-19 tidak sampai masuk rumah sakit. Itu yang penting,” jelas Taj Yasin saat ditemui di Pendopo Pemkab Klaten, Selasa (22/2/2022).

Saat ini tingkat keterisian tempat tidur isolasi pasien Covid-19 di Jateng belum sampai overload. “Tingkat keterisian rumah sakit saat ini masih diangka 20-30 persen. Dan itu belum semua tempat tidur rumah sakit yang dipersiapkan kami buka. Nanti kami naikkan kalau memang dibutuhkan,” kata dia.

Taj Yasin menilai masih kecilnya tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit menunjukkan ketaatan warga terhadap protokol kesehatan meningkat. Dia mencontohkan pada ketaatan vaksinasi Covid-19. Capaian vaksinasi Covid-19 di Jateng sudah lebih dari 100 persen.

“Kemudian masyarakat sekarang lebih melek kesehatan dan menjaga protokol kesehatan,” jelas dia.

Terkait warga yang memiliki komorbid, Taj Yasin menjelaskan paparan Covid-19 tak bakal berakibat fatal selama kondisi kesehatan mereka terkontrol. Lantaran hal itu, dia mendorong agar warga yang memiliki komorbid kerap memeriksakan kondisi kesehatan mereka.

“Kalau dulu yang dikhawatirkan itu yang memiliki komorbid. Sebenarnya kalau bisa dikontrol, tidak membahayakan. Saya berharap masyarakat yang punya komorbid, periksa lah. Jangan didiamkan saja. Saya sarankan kalau sakit segera periksa ke dokter. Jangan main-main nanti dampaknya fatal,” kata dia.

Terkait level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jateng, Taj Yasin, membenarkan ada beberapa daerah yang mengalami kenaikan level. Sesuai Inmendagri, ada lima kabupaten di Jateng yang masuk kriteria PPKM level 2.

Sementara, 28 kabupaten/kota termasuk di wilayah Soloraya kini berada kriteria PPKM level 3. Sebanyak dua kota berada pada PPKM level 4 yakni Kota Magelang dan Tegal.

“Untuk menurunkan level tentu tracing lebih masif lagi. Vaksinasi juga terus kami dorong. Kalau lemerintah memprediksi puncaknya nanti ada di akhir Februari atau awal Maret. Harapan kami bukan hanya puncaknya, tetapi bagaimana membuat masyarakat itu tetap sehat,” jelas dia.

Disinggung kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM), Taj Yasin menjelaskan kegiatan PTM di sejumlah sekolah dihentikan gegara kenaikan level PPKM. Dia menjelaskan kegiatan PTM bakal terus dievaluasi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa tengah Covid-19

Sumber : Solopos.com

Editor : Setyo Puji Santoso

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top