Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akankah Problem Minyak Goreng Berlanjut Sampai Lebaran?

Harapannya bisa lebih stabil lagi. Kalau naik ya yang wajar saja.
Bayu Jatmiko Adi
Bayu Jatmiko Adi - Bisnis.com 05 Maret 2022  |  11:41 WIB
Akankah Problem Minyak Goreng Berlanjut Sampai Lebaran?
Warga mengantre untuk mendapatkan minyak goreng kemasan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14 ribu per liter saat Operasi Pasar Bulog di kantor Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (2/3/2022). Operasi pasar tersebut dilakukan untuk menstabilkan harga minyak goreng di pasaran sekaligus upaya mengatasi kelangkaan. - Antara/Mohammad Ayudha.
Bagikan

Bisnis.com, SOLO — Masalah harga dan kesulitan mendapatkan minyak goreng saat ini membuat warga Solo khawatir hal ini akan terus berlangsung hingga Lebaran nanti. Bahkan ada kekhawatiran harga minyak goreng akan semakin mahal menjelang Hari Raya.

Salah satu warga Nayu, Nusukan, Banjarsari, Solo, Ita, mengatakan adanya kegiatan operasi pasar yang digelar di sejumlah lokasi di Solo cukup banyak membantu masyarakat untuk mendapatkan minyak goreng dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Terkait keberadaan minyak goreng saat ini, ia mengatakan tidak susah untuk mendapatkan minyak goreng. “Kalau kami bisa juga mengakses lewat aplikasi. Tapi harganya yang mahal, di atas pasaran. Untuk dua liter sekitar Rp38.000-Rp40.000. Operasi pasar membantu dengan harga standar,” katanya, Jumat (4/3/2022).

Sedangkan mengenai harga minyak goreng menjelang Lebaran, warga Solo tersebut berharap harganya tidak semakin tinggi. “Kalau Lebaran harga biasanya naik. Kalau sekarang kondisi ini pasti bisa jadi akan semakin mahal dan susah. Harapannya bisa lebih stabil lagi. Kalau naik ya yang wajar saja,” katanya.

Hal senada disampaikan Ardi yang juga warga Nusukan, Solo. Menurutnya saat ini cukup susah mendapatkan minyak dengan harga sesuai HET. Ia khawatir kondisi ini akan semakin parah mendekati Lebaran nanti.

Menurutnya, biasanya menjelang Lebaran harga kebutuhan pokok naik. “Sekarang saja saya cari di toko-toko belum tentu ada yang harga sesuai ketentuan. Rata-rata Rp19.000-Rp20.000 per liternya. Saya sehari butuh tiga liter untuk jualan makanan, tinggal mengalikan saja itu selisihnya berapa,” kata penjual makanan itu.

Ardi berharap kondisi tersebut tidak berlanjut hingga Lebaran nanti. Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Heru Sunardi, juga berharap harga minyak goreng segera normal. “Harapan kami, seperti yang disampaikan Menteri Perdagangan, mulai 1 Maret harga normal. Namun sampai saat ini kan masih seperti ini [harga belum sesuai HET],” katanya.

Heru mengatakan untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Disdag Solo akan terus berkolaborasi dengan sejumlah pihak yang memiliki kewenangan menyalurkan minyak goreng. Ia berharap dengan pelaksanaan operasi pasar, harga minyak goreng bisa stabil sesuai HET.

Heru menyampaikan saat ini Dinas Perdagangan Kota Solo terus berupaya menggelar operasi pasar dengan menggandeng sejumlah pihak. Operasi pasar yang digelar lebih menyasar masyarakat pengguna langsung. “Sasaran kami memang saat ini adalah masyarakat pengguna, bukan ke pedagang,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng minyak goreng surakarta

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top