Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hampir 1,5 Juta Pedagang di Jateng Sudah Gunakan QRIS

Setidaknya ada empat wilayah yang siap menerapkan teknologi QRIS di pasar-pasar tradisional, yakni Kota Semarang, Kabupaten Banyumas, Kota Surakarta, dan Kabupaten Tegal.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 03 Juli 2022  |  18:12 WIB
Hampir 1,5 Juta Pedagang di Jateng Sudah Gunakan QRIS
(dari kiri) Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Rahmat Dwisaputra, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi XI Musthofa, melakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan pedagang Pasar Kliwon, Kota Semarang. - Foto: Istimewa

Bisnis.com, SEMARANG — Sampai dengan Mei 2022, sebanyak 1.422.406 pedagang atau merchant QRIS yang sudah beroperasi di Jawa Tengah.  Sampai akhir tahun, jumlah pedagang yang turut bergabung dalam sistem pembayaran nontunai ini ditargetkan akan mencapai 2.163.000. 

Di Jateng, QRIS sudah umum digunakan dalam setiap transaksi masyarakat, baik di pasar tradisional maupun pasar modern. Tak cuma transaksi jual beli, pembayaran transportasi umum, pajak, retribusi pemda, hingga donasi sosial bisa dilayani dengan QRIS.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, mengatakan bahwa pemanfaatan QRIS dalam transaksi ekonomi di Jawa Tengah sejalan dengan pemikiran bahwa digitalisasi ekonomi dapat meningkatkan efisiensi dalam proses kerja di berbagai sektor perekonomian. Selain itu, juga mampu menjawab berbagai tantangan yang selama ini belum dapat diatasi oleh pola-pola perdagangan yang masih bersifat manual.

Menurut Rahmat, digitalisasi transaksi ekonomi bakal memberikan sejumlah manfaat positif bagi masyarakat. Pasalnya, sistem ekonomi digital menawarkan layanan yang lebih cepat dan efisien. Untuk itu, digitalisasi pembayaran menjadi penting untuk dilakukan, guna mengikuti perkembangan tren digital marketing serta digital banking.

“Penggunaan QRIS sudah dapat ditemui pada transaksi jual beli di toko tradisional dan modern, pembayaran transportasi umum, pembayaran pajak, dan retribusi pemda, hingga donasi sosial,” ujarnya saat membuka Angkringan Digital, Minggu (3/6/2022).

Dalam acara Angkringan Digital yang diselenggarakan di Klenteng Sam Poo Kong, Semarang, digelar pula peluncuran program ‘Pasar Siap QRIS’ di Jawa Tengah. Setidaknya ada empat wilayah yang siap menerapkan teknologi QRIS di pasar-pasar tradisional, yakni Kota Semarang, Kabupaten Banyumas, Kota Surakarta, dan Kabupaten Tegal.

Di Kota Semarang, pasar siap QRIS berada di Pasar Johar, Peterongan, Pedurungan, Gayamsari, Kliwon, serta Karangjati. Di Banyumas ada Pasar Manis, Sumpiuh, Buntu, dan Wangon. Di Kota Surakarta pasar siap QRIS ada di Pasar Nusukan, Klewer, juga di Pasar Gede. Sementara itu, di Kabupaten Tegal, ada dua pasar tradisional yang siap menerima transaksi melalui QRIS, yaitu Pasar Podosugih dan Subah.

Sumarno, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, menyebut bahwa digitalisasi sistem pembayaran di Jawa Tengah tak cuma didorong kepada pelaku ekonomi seperti pedagang pasar ataupun pelaku UMKM. “Kami dari pemerintahan juga didorong untuk melakukan transaksi secara non-tunai. Baik dari sisi belanja, maupun pendapatan,” jelasnya. 

Pemanfaatan QRIS sendiri, menurut Sumarno, memiliki sejumlah kelebihan. Dalam transaksi keuangan pemerintah misalnya, QRIS memungkinkan transaksi yang akuntabel dan transparan. Sementara itu, bagi masyarakat luas, digitalisasi pembayaran itu bisa menawarkan kepraktisan tersendiri, terlebih bagi pelaku UMKM.

“Bagi UMKM sudah tidak berisiko gotong-gotong duit lagi. Kalau dagangannya laris, pulang harus membawa uang banyak, apalagi receh. Masuk ke bank digelar semua, dihitung. Ini sudah tidak begitu lagi,” jelas Sumarno.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bi jateng
Editor : Farodlilah Muqoddam

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top