Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Trik Bebas Berekspresi di Media Sosial

Para pengguna media sosial harus memilah informasi yang benar agar terhindar dari hoax ataupun informasi yang belum valid kebenarannya. 
Farodlilah Muqoddam
Farodlilah Muqoddam - Bisnis.com 31 Juli 2022  |  09:26 WIB
Trik Bebas Berekspresi di Media Sosial
webinar Makin Cakap Digital 2022. - Dok. Istimewa

Bisnis.com, SEMARANG — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi menyelenggarakan kegiatan webinar Makin Cakap Digital 2022 dengan tema “Bebas Namun Terbatas: Berekspresi di Media Sosial” yang diikuti oleh guru dan murid di Kota Semarang. 

Webinar yang diselenggarakan pada hari Jumat, 29 Juli 2022 ini berlangsung secara online. Kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan pemahaman kepada guru maupun siswa mengenai tata cara mengekspresikan diri di media sosial secara bijak. 

Aulia Oktaviana, Komisaris PT Sandec Cipta Teknologi dan Voice Over Enthusiast, mengatakan bahwa setiap orang yang aktif di media sosial memiliki latar belakang dan budaya yang berbeda, sehingga bentuk ekspresi yang muncul pun akan berbeda-beda.

“Oleh karena itu diperlukan etika digital. Perlu diingat bahwa apa yang kita tuliskan merupakan cerminan dari apa yang ada di pikiran kita,” ujarnya kepada para peserta webinar, dikutip Minggu  (31/7/2022). 

Narasumber kedua, Founder Blogspedia Group Marita Surya Ningtyas, menyampaikan trik mengenai bagaimana bermedia sosial dengan sehat. Menurut Marita, para pengguna media sosial harus memilah informasi yang benar agar terhindar dari hoax ataupun informasi yang belum valid kebenarannya. 

“Dengan mempelajari materi yang disampaikan, teman teman dapat memverifikasi pesan yang tersebar dan dengan memegang etika maka kita dapat berhubungan baik dengan orang lain yang berasal dari berbagai wilayah,” ujarnya. 

Marita juga mengingatkan dampak negatif media sosial yang perlu diwaspadai, di antaranya adalah membuat lupa waktu, merasa tidak aman (insecure), terpapar pornografi, dan bahkan dapat menghilangkan jati diri. 

Meskipun terdapat dampak negatif namun media sosial juga memberikan dampak positif seperti saling berbagi info bermanfaat, wadah memaksimalkan potensi diri, berjejaring dengan bertemu teman-teman baru yang berbeda pulau bahkan benua, dan belajar hal-hal baru. 

Sementara itu, Wuri Nugraeni selaku Founder komunitas Gandjel Rel, yang menjelaskan tentang arti bertanggung jawab di media sosial sebagai salah satu etika digital. Menurut Wuri, bertanggung jawab menggunakan media sosial sebagai media berekspresi artinya siap menerima konsekuensi dan tidak menghindari masalah. 

Beberapa masalah yang sering muncul dari media sosial biasanya berasal dari postingan dan komentar negatif baik dari orang lain pada diri sendiri maupun sebaliknya. Oleh karena itu, Wuri mengingatkan kepada para peserta webinar agar berpikir secara mendalam sebelum mengunggah konten atau memberikan komentar karena apapun yang diunggah harus berani dipertanggungjawabkan. 

“Untuk menghindari konflik di media sosial, usahakan selalu membuat konten dan menggunakan kata-kata positif,” lanjut Wuri. 

Merujuk pada data Microsoft, Indonesia termasuk dalam kuartil empat atau terbawah dalam Indeks Keadaban Digital (Digital Civility Index) yaitu berada pada tingkat ke 29 dari 32 negara. Selain itu berdasarkan Unesco, Indonesia menempati peringkat ke 60 dari 61 negara soal literasi dunia dengan minat baca sangat rendah sebesar 0,001 persen atau hanya 1 dari 1000 orang Indonesia yang rajin membaca. Studi tersebut menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia rendah. 

Kemenkominfo bersama Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi berkomitmen untuk terus menyediakan sarana edukasi yang telah dirancang melalui program Indonesia Makin Cakap Digital. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

siberkreasi jateng
Editor : Farodlilah Muqoddam

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top