Program Utama Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti

Selain banjir pengentasan kemiskinan jadi fokus Pemkot Semarang. Adapula tantangan menekan angka stunting.
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat memberikan keterangan kepada wartawan./Bisnis-Alif N.
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat memberikan keterangan kepada wartawan./Bisnis-Alif N.

Bisnis.com, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyebut penanganan banjir dan kemiskinan jadi fokus utama dalam menjalani masa kerjanya.

Mbak Ita sapaan akrab Hevearita Gunaryanti mengatakan penanganan banjir memang menjadi prioritas sejak ia masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Semarang. Pasalnya, sampai saat ini banjir terus menggenangi wilayah Semarang saat musim penghujan tiba.

"Tidak hanya musim penghujan di wilayah Semarang bagian utara juga tetap banjir saat pasang air laut (rob) tiba," katanya, Senin (30/1/2023).

Selain banjir pengentasan kemiskinan jadi fokus Pemkot Semarang. Sebabnya saat ini Pemkot Semarang terus menekan angka kemiskinan melalui berbagai program seperti pelatihan UMKM dan lainnya.

Ia menambahkan selain kedua program prioritas tersebut dalam sisa masa jabatannya, Mbak Ita juga akan menggalakkan program zero stunting di Kota Semarang.

"Saat ini memang Kota Semarang dijadikan percontohan wilayah lain di Jateng untuk penanganan stunting. Untuk itu program zero stunting terus kami galakkan baik untuk bayi maupun ibu hamil," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melaporkan, angka stunting pada 2019 Jawa Tengah sama dengan Nasional, yakni sebesar 27 persen.

Namun pada 2021-2022, stunting Jateng berhasil turun menjadi 20,9 persen, sementara nasional masih 24 persen. Selain itu, Ganjar juga berhasil menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

“Pada tahun 2013, di awal saya mendapat tugas dari Ibu Ketua Umum untuk menjadi Gubernur Jawa Tengah, angka kematian ibu mencapai 613 kasus sementara angka kematian bayi 5.481. Alhamdulillah pada tahun 2022 jumlah angka kematian ibu turun hingga mencapai 335 kasus dan angka kematian bayi turun menjadi 3.031 kasus,” paparnya.

Keberhasilan tersebut, kata Ganjar, dicapai dengan meluncurkan dua program andalan yakni Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng dan Jo Kawin Bocah.

“Nama programnya memang sengaja kami bikin unik, agar semua kalangan lebih aware dan lebih peduli terhadap ibu-ibu hamil. Sebisa mungkin kami membuat perempuan dan ibu-ibu di Jawa Tengah yang hamil itu merasa nyaman dan bahagia. Karena hal itu sangat mempengaruhi jabang bayinya, yang otomatis sangat mempengaruhi kualitas generasi penerus Bangsa Indonesia,” ujarnya. (k28)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Alif Nazzala R.
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper