Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Strategi TPID DIY Tekan Inflasi Pangan

Operasi pasar, implementasi SPHP, juga optimalisasi price reference store jadi andalah TPID Provinsi DI Yogyakarta dalam menjaga laju inflasi
Strategi TPID DIY Tekan Inflasi Pangan
Strategi TPID DIY Tekan Inflasi Pangan

Bisnis.com, SEMARANG - Inflasi di DI Yogyakarta pada September 2023 berada di angka 0,29 persen secara month-to-month (mtm).

Pergerakan harga pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok pengeluaran transportasi jadi pemicu utama terjadinya inflasi di wilayah tersebut. 

"Naiknya harga beras disebabkan oleh berkurangnya pasokan akibat El Nino. Sementara, harga bawang putih yang meningkat ditengarai akibat keterbatasan pasokan di wilayah DI Yogyakarta. Tekanan inflasi kelompok transportasi dipicu oleh penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang terjadi di awal bulan," jelas Agung Budilaksono, Plh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi DI Yogyakarta, dikutip Jumat (6/10/2023). 

Menurut Agung, laju inflasi di DI Yogyakarta masih dalam kisaran target inflasi di tahun 2023, yaitu sebesar 3,0±1 persen.

Terjaganya tingkat inflasi di wilayah tersebut merupakan hasil koordinasi yang erat dan didorong oleh implementasi kebijakan stabilisasi harga dan pemenuhan pasokan. KPw BI Provinsi DI Yogyakarta memprakirakan, inflasi di wilayah tersebut bakal terus berada di kisaran target.

"Kondisi tersebut didukung oleh upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DI Yogyakarta dalam menjaga ketersediaan pasokan dan kestabilan harga melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP)," jelas Agung. 

Lebih lanjut, TPID Provinsi DI Yogyakarta bakal terus menggelar operasi pasar, pasar murah, dan implementasi Strategi Pengendalian Harga Pangan (SPHP) untuk mengendalikan laju inflasi.

Optimalisasi Kios Segoro Amarto juga dilakukan untuk memperkuat posisinya sebagai price reference store. Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta tak cuma berupaya buat menjamin ketersediaan pangan di pasaran. Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, pemerintah daerah juga mulai memperkenalkan konsep Pasar Pangan Segar Aman di Kota Yogyakarta.

Strategi tersebut dilakukan untuk menjamin aspek keamanan, sanitasi, dan kebersihan pangan. Penerapan Pasar Pangan Segar Aman melibatkan peran pedagang, produsen sebagai penyedia bahan segar, pemasok, serta konsumen. Setidaknya, ada tiga lokasi yang ditunjuk sebagai perintis Pasar Pangan Segar Aman tersebut di DI Yogyakarta.

Ketiganya adalah Pasar Prawirotaman di Kota Yogyakarta, Pasar Sleman Unit II di Kabupaten Sleman, serta Pasar Bendungan di Kabupaten Kulon Progo.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper