Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Kedelai Impor di Kudus Turun Tipis

Stok kedelai memang sempat terkendala banjir, menyusul akses Jalan Pantura Kudus-Demak tergenang banjir.
Pekerja menyortir kedelai./Bisnis-Eusebio Chrysnamurti.
Pekerja menyortir kedelai./Bisnis-Eusebio Chrysnamurti.

Bisnis.com, KUDUS - Harga jual kedelai impor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pekan ini mulai turun menjadi Rp10.400 per kilogram, dari harga jual sebelumnya mencapai Rp11.000/kg.

"Harga jual kedelai mulai turun secara bertahap sejak akhir Januari 2024 hingga pekan ini menjadi Rp10.400/kg," kata Manajer Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma'ruf di Kudus, Selasa (13/2/2024).

Ia mengakui stok kedelai memang sempat terkendala banjir, menyusul akses Jalan Pantura Kudus-Demak tergenang banjir.

Bahkan, kata dia, permintaan stok kedelai sejak Kamis (8/2) baru terpenuhi pada Selasa (13/2).

Hal itu, imbuh dia, disebabkan karena aksesnya cukup sulit, karena melalui jalur alternatif dari Semarang melalui Mijen, Jepara, cukup padat kendaraan, sehingga pengiriman sejak Senin (12/2) baru sampai di Kudus pada Selasa (13/2).

"Kami juga baru saja mengajukan tambahan alokasi kedelai, namun informasi terbaru jalan di Mijen juga mulai tergenang banjir sehingga truk distribusi tidak berani ke Kudus," ujarnya.

Jika sampai akhir pekan ini belum ada tambahan alokasi kedelai, diperkirakan harga jual kedelai impor bakal terdongkrak naik.

Sementara stok kedelai impor yang tersedia di gudang sebanyak 40 ton, sedangkan permintaan bisa mencapai 15 ton per harinya.

Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Minan Muchammad mengakui harga jual kedelai di pasaran memang turun, tetapi dengan adanya banjir di Jalur Pantura Demak ditambah di Jalan Mijen sebagai jalur alternatif menuju Semarang, dimungkinkan bisa mempengaruhi harga jualnya di pasaran.

"Sepanjang stok kedelai impor tersedia, tentunya harga jual di pasaran tetap stabil. Sebaliknya ketika stok menipis, sedangkan kebutuhan stabil tentunya bisa berdampak pada harga," ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Editor : Miftahul Ulum
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper