Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ada 6.527 kasus TBC di Kota Semarang, Ini Strategi Mengatasi

Saat ini Indonesia menduduki peringkat kedua setelah India dengan kasus TBC sebanyak 1.060.000 kasus.
Tuberkolosis./tuberkolosis.org
Tuberkolosis./tuberkolosis.org

Bisnis.com, SEMARANG – Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengungkapkan ada 6.527 kasus tuberkulosis (TBC) di Kota Semarang sepanjang tahun 2023. Ita, sapaan akrabnya, menargetkan eliminasi bebas TBC di Kota Semarang.

“Iya, tadi kita saksikan bersama-sama ya, kick-off untuk program USAID bebas TBC ini,” ungkap Ita ketika menghadiri kegiatan Peluncuran USAID BEBAS-TB dan Penyusunan Rencana Kerja Terpadu Penanggulangan TBC di Kota Semarang, Senin (19/02/2024).

Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan, USAID meluncurkan Program Bebas TBC untuk membantu Indonesia mencapai eliminasi TBC pada 2030. Pada Provinsi Jawa Tengah dengan tiga provinsi lainnya, program ini fokus hingga tahun 2028.

“Ini ada kesinambungannya. Untuk menyiapkan anak-anak emas 2045, saya meminta Pak Hakam [Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang] untuk mempersiapkan time table, mulai 2024 sampai 2027 apa yang akan dilakukan. Untuk Eliminasi TB 2028, kami menyampaikan bagaimana penanganan ini di Puskesmas dan dinas-dinas terkait,” ujar Ita.

Melihat data, saat ini Indonesia menduduki peringkat kedua setelah India dengan kasus TBC sebanyak 1.060.000 kasus.

Menurut Ita, cara penuntasan TBC tidak bisa dilakukan oleh satu lembaga saja, tetapi harus melibatkan multisektor untuk bersama-sama meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.Ke depannya, dia menghimbau seluruh pihak, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD), akademisi, swasta, dan masyarakat, untuk ikut terlibat dalam penanganan TBC.

Terlebih lagi, TBC dapat menyerang anak stunting yang akan menimbulkan penanganannya lebih lama.Dari situ, Ita juga berharap untuk tidak mengurangi target screening TBC di tahun 2024, sehingga data kasus yang ditemukan akan lebih cepat.

“Tahun 2022, 2023, kita lakukan screening 45.000, yang ketemu 6.500. Harapannya 2024 ini screening tidak dikurangi,” jelasnya.

Sebagai bentuk komitmen Pemkot Semarang untuk menuju Eliminasi TBC tahun 2028, ada Peraturan Walikota Nomor 39 tahun 2017 tentang Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan TBC.Dalam hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, juga menyebut telah mempersiapkan total 12 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Kota Semarang.

“Tes TBC bisa dilakukan di Puskesmas. Kita memiliki 12 Puskesmas yang bisa TCM atau Tes Cepat Molekuler,” jelasnya.

Fasyankes dengan fasilitas TCM yang dimaksud adalah Puskesmas Bandarharjo, Puskesmas Gunungpati, Puskesmas Ngaliyan, Puskesmas Srondol, Puskesmas Bangetayu, Puskesmas Tlogosari Kulon, Puskesmas Halmahera, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Semarang, RSUP dr Kariadi, RSUD KRMT Wongsonegoro (RSWN), dan Balkesmas (Balai Kesehatan Masyarakat) Kota Semarang. [Magang/Vatrisha Putri Nur Sutrisno]


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper