Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jelang Lebaran, Harga Komoditas Pangan di Jateng Masih Merangkak Naik

Jawa Tengah alami inflasi 0,60% (mtm) pada Maret 2024. Sedikit lebih tinggi dibanding Februari 2024.
Ilustrasi. Warga Kota Semarang membeli kebutuhan pokok saat pelaksanaan operasi pasar./Bisnis-Muhammad Faisal Nur Ikhsan.
Ilustrasi. Warga Kota Semarang membeli kebutuhan pokok saat pelaksanaan operasi pasar./Bisnis-Muhammad Faisal Nur Ikhsan.

Bisnis.com, SEMARANG - Inflasi di Jawa Tengah pada Maret 2024 mengalami kenaikan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, Dadang Hardiwan, menyampaikan bahwa secara month-to-month (mtm) inflasi Jawa Tengah pada Maret 2024 berada di 0,60%. Sementara itu, secara year-on-year (yoy) inflasi berada di 3,40%.

"Ini sebetulnya, utamanya, disebabkan karena naiknya harga beberapa bahan pokok pada saat bulan suci Ramadan," kata Dadang dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (1/4/2024).

Secara historis, momen Ramadan dan Idulfitri memang mengubah pola konsumsi masyarakat. Terbukti dari peningkatan kebutuhan sejumlah komoditas pangan yang pada Maret 2024 menjadi pemicu utama inflasi di Jawa Tengah. Lima besar komoditas dengan andil inflasi terbesar di Jawa Tengah pada Maret 2024 antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, beras, nasi dengan lauk, serta minyak goreng.

Dadang menjelaskan, kenaikan daging ayam ras dan telur terjadi di 9 kabupaten dan kota pemantauan Indeks Harga Konsumen di Jawa Tengah. Hal itu disebabkan oleh tingginya permintaan konsumen ditambah harga pakan ternak yang masih tinggi.

"Harga beras mengalami kenaikan di 6 kabupaten dan kota di Jawa Tengah, sementara ada 3 kabupaten dan kota lain yang mengalami penurunan harga karena telah memasuki masa panen," jelas Dadang.

Dadang menyebut, kenaikan harga beras di 6 kabupaten dan kota pemantauan IHK di Jawa Tengah sebetulnya sudah mulai mereda pada pengujung Maret lalu. Namun, jika dihitung secara rerata, angkanya masih lebih tinggi dibandingkan harga pada Februari 2024.

Upaya untuk menekan laju harga pangan di Jawa Tengah sejatinya telah dimulai sejak awal tahun ini. Bahkan, sepanjang Ramadan hingga Idulfitri, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggeber pelaksanaan program pasar murah di berbagai titik.

"Dalam rangka menyetabilkan harga, ketersediaan, serta pasokan daripada bahan pangan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam hal ini tentunya bersama pemerintah kabupaten dan kota, dan stakeholder lainya, terus melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM). Tidak hanya di satu tempat, tetapi di beberapa tempat, sesuai kebutuhan masyarakat. Ke depan akan terus kami tingkatkan," ujar Pj. Gubernur Jawa Tengah, saat ditemui wartawan di Kabupaten Semarang beberapa waktu lalu.

Nana mengimbau, masyarakat serta pemudik yang tiba di Jawa Tengah tidak perlu melakukan panic buying saat Idulfitri nanti. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menjalin koordinasi dengan Bulog hingga pihak swasta untuk memastikan ketersediaan pasokan.

"Jadi tidak ada cerita rush, atau pemborongan bahan pangan. Belilah secukupnya karena ketersediaan pangan di Jawa Tengah sampai setelah Hari Raya [Idulfitri] juga masih tersedia," pungkasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper