Pemkot Semarang Ajukan 4 Proyek untuk Didanai Pusat

Oleh: Yustinus Andri DP 31 Mei 2018 | 14:35 WIB
Pemkot Semarang Ajukan 4 Proyek untuk Didanai Pusat
Ilustrasi: Pemandangan Kota Semarang

Bisnis.com, SEMARANG—Pemerintah Kota Semarang mengajukan empat proyek pembangunan kepada Pemerintah Pusat untuk dibiayai dari anggaran nasional.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan langkah tersebut dilakukan lantaran keempat proyek tersebut membutuhkan dana yang besar, dan tidak cukup bila mengandalkan APBD Kota Semarang.

Adapun keempat proyek tersebut adalah pembangunan revitalisasi kawasan Kota Lama, Perlintasan Kereta Api Madukoro-Anjasmoro, Bendung Karet Banjir Kanal Barat (BKB) dan jalan layang Bandara International Ahmad Yani Semarang.

“Ada empat usulan, dan usulan itu sudah kami sampaikan salah satunya kepada Pak Basuki Hadimoeljono selaku Menteri PUPR saat berkunjung ke sini akhir pekan ini,” ujarnya, seperti dikutip dari keterangan resminya, Kamis (31/5/2018).

Sementara itu, menurut Hendrar untuk proses revitalisasi kawasan Kota Lama yang saat ini telah digelontor anggaran Rp 156,372 miliar oleh pemerintah pusat, dirasanya belum cukup untuk menyelesaikan pembangunan seluruh kawasan. Kawasan bersejarah tersebut ditargetkan menjadi salah satu daftar warisan budaya dunia (world heritage) pada 2020 mendatang.

“Karena itu kami meminta Kementerian PUPR menambah anggaran agar revitalisasi Kota Lama bisa mencakup keseluruhan. Sekaligus minta bantuan untuk jalan layang bandara, perlintasan kereta api, dan bendungan karet," lanjutnya.

Dia pun yakin, usulan tersebut akan menjadi pertimbangan utama bagi pemerintah pusat, terlebih dia mengklaim Menteri Basuki telah menjanjikan akan menambah anggaran pada tahun ini.

Proses pembangunan Kota Lama sendiri saat ini sedang berjalan. Proses pengerjaan kini meliputi peningkatan jalan dan pedestrian, perabotan penghias di sisi jalan, perbaikan saluran drainase, kolam retensi, dan landscape di kawasan Kota Lama. Selain itu juga dilakukan pembangunan ducting atau penaataan sistem jaringan kabel utilitas di bawah tanah kurang lebih Rp 50 miliar.

“Kementerian PUPR akan memberikan penambahan dana untuk revitalisasi penataan kawasan Kota Lama sebesar Rp 30 miliar,” katanya.

Dana tersebut akan digunakan pembangunan pertamanan di Kota Lama. Sesuai estimasi waktu yang ditentukan, ditargetkan revitalisasi Kota Lama bisa diselesaikan Desember 2018 mendatang.

Editor: Saeno

Berita Terkini Lainnya