Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Warga Luar Daerah Ingin ke Semarang, Ini Ketentuan Barunya

Pemeriksaan yang lebih selektif maka berpotensi menimbulkan antrean panjang.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 14 Mei 2020  |  13:41 WIB
Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga memantau arus lalu lintas melalui CCTV di Area Traffic Control System (ATCS), Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2020). Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga melarang semua bus dari arah Semarang-Solo atau sebaliknya melintasi jalur kota Salatiga dan akan dialihkan ke jalan lingkar selatan (JLS) Salatiga untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19. - Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga memantau arus lalu lintas melalui CCTV di Area Traffic Control System (ATCS), Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2020). Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga melarang semua bus dari arah Semarang-Solo atau sebaliknya melintasi jalur kota Salatiga dan akan dialihkan ke jalan lingkar selatan (JLS) Salatiga untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19. - Antara/Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang tetap melarang pemudik untuk masuk wilayah setempat meski transportasi umum kembali diizinkan beroperasi.

"Untuk menyelaraskan SOP seleksi dari Kementerian Perhubungan, kami sepakat dan perlu ditegaskan lagi bahwa mudik dilarang. Akan tetapi orang boleh masuk dengan menunjukkan surat keterangan pernah melakukan Rapid test Covid dan hasilnya tidak reaktif," kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Kamis (14/5/2020).

Hendi menambahkan, yang menjadi persoalan yaitu di pos pantau jalur darat, dengan pemeriksaan yang lebih selektif maka berpotensi menimbulkan antrian panjang.

"Sebelum ada aturan Menteri Perhubungan begitu ada plat B misalnya langsung kita instruksikan putar balik. Sekarang perlu upaya lagi yang dilakukan teman-teman di pos perbatasan ini untuk menyeleksi masyarakat yang mencoba masuk ke Kota Semarang. Ini tentu memakan waktu dan usaha yang bisa saja menimbulkan antrian," ujarnya.

Dirinya juga mengevaluasi kebijakan PKM Kota Semarang yang sudah memasuki hari ke-15. Hasilnya menunjukkan tren positif.

Menurutnya, apabila dibandingkan sebelum penerapan PKM dilihat dari angka kesembuhan dan positif Covid menunjukkan perkembangan yang lebih baik.

"Sebelum pemberlakuan PKM, angka kesembuhan 70 kasus, sekarang sudah 211 kasus. Penderita Covid di kisaran angka 130, sekarang turun menjadi 50," katanya. (k28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng semarang
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top