Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Genangan Terjadi di 21 Titik di Kota Semarang. Ada Potensi Cuaca Buruk Sepekan ke Depan

Cuaca ekstrem bakal terjadi di pesisir selatan Pulau Jawa. Tak hanya meningkatkan curah hujan, sirkulasi siklonik yang terjadi juga mengakibatkan gelombang tinggi dan angin kencang.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 23 Februari 2021  |  20:59 WIB
Pengendara menerjang genangan air yang terjadi di Jl. K.H.Ahmad Dahlan, Selasa (23/2/2021) malam. - Bisnis/Muhammad Faisal Nur Ikhsan
Pengendara menerjang genangan air yang terjadi di Jl. K.H.Ahmad Dahlan, Selasa (23/2/2021) malam. - Bisnis/Muhammad Faisal Nur Ikhsan

Bisnis.com, YOGYAKARTA – Curah hujan tinggi yang terjadi di Kota Semarang mengakibatkan terjadinya genangan di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah mencatat, genangan air dengan ketinggian 20 – 75 centimeter terjadi di Kota Semarang.

“Data yang ada di kami ada 21 lokasi genangan,” jelas Plt. Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah, Safrudin, Selasa (23/2/2021).

Kepada Bisnis, Safrudin mengungkapkan bahwa ketinggian genangan air bervariasi. Sebagian besar berkisar 20 – 30 centimeter. Namun, di beberapa titik, ketinggian genangan bisa mencapai 50 hingga 75 centimeter. Di Jalan Ariloka, Kelurahan Krobokan, misalnya, ketinggian air berkisar 25 – 75 centimeter.

Berdasarkan data BPBD Kota Semarang, 21 titik genangan air tersebut adalah:

1. Jalan Ariloka, Kelurahan Krobokan, ketinggan 25 – 75 centimeter
2. Jalan Raya Kaligawe, depan Rumah Sakit Islam Sultan Agung, ketinggian 25 – 50 cm
3. Jalan Yos Sudarno, Kelurahan Kemijen, ketinggian 20 – 40 centimeter
4. Jalan Raya Simongan, Kelurahan Bongsari, ketinggian 30 – 40 centimeter
5. Jalan Pemuda, ketinggian 40 – 50 centimeter
6. Jalan Imam Bonjol, ketinggian 50 cm
7. Kelurahan Mlatiharjo RT 1 - 4 RW 1, ketinggian 30 cm
8. Jalan Citarum Selatan, Kelurahan Bugangan, ketinggian 30 s.d 50 cm
9. Jalan Tambak Dalam, ketinggian 20- 40 cm.
10. Jalan Mpu Tantular, ketinggian 20- 30 Cm
11. Cilosari Dalam RT 2 RW 6 Kelurahan Kemijen, ketinggian 10 - 25 cm.
12. Simpang Lima, ketinggian 20- 50 Cm.
13. Semarang Indah ketinggian 50 cm.
14. Kecamatan lama Genuk Ketinggian.20 - 40 Cm.
15. Jl.Muktiharjo Lor Ketinggian 10- 40 cm.
16. Jl .Simpang Supriyadi Ketinggian 10- 25 Cm
17. Jalan Gajah Ketinggian 20- 50 cm.
18. Jalan Inspeksi, Kelurahan Jagalan, ketinggian 20- 50 cm.
19. Jl Alteri Yos Sudarso depan Kawasan Cipta, ketinggian 20- 40 Cm.
20. Kelurahan Dadapsari RW 3, ketinggian 50 cm.
21. Kelurahan Pandean Lamper RT. 09 RW. 10, ketinggian 50 cm

Berdasarkan pemantauan Bisnis, hingga pukul 20.30 WIB, genangan masih terjadi di sebagian ruas Jalan K.H.Ahmad Dahlan. Genangan air mencapai ketinggian 5 - 10 centimeter. Genangan juga terjadi di sebagian ruas Jalan Ki Mangunsarkoro. Kendaraan bermotor, khususnya roda dua, banyak yang memilih untuk berbalik arah.

Dalam perkembangan lain, cuaca ekstrem bakal melanda DIY hingga pekan depan. Hal tersebut disampaikan Dwikorita Karnawati, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), setelah melakukan audiensi mitigasi bencana bersama Gubernur DIY, Selasa (23/2/2021).

Dalam keterangan resminya, Dwikorita menyampaikan bahwa cuaca ekstrem diprediksi akan terjadi pada 24 – 28 Februari 2021 di pesisir selatan Pulau Jawa. Penyebabnya adalah sirkulasi siklonik dari utara Australia yang kini telah mencapai daerah selatan Nusa Tenggara Barat. Dipredisiksikan, sirkulasi siklonik tersebut akan melewati wilayah selatan DIY lusa (25/2/2021).

Efek sirkulasi ini berdampak pada wilayah pesisir, terutama mengakibatkan gelombang tinggi juga angin kencang dan curah hujan yang tinggi terutama di wilayah pesisir,” jelas Dwikorita.

Menurutnya, sirkulasi siklonik tersebut belum akan mengakibatkan badai siklon. Meskipun demikian, masyarakat tetap mesti mewaspadai peningkatan curah hujan, angin kencang, serta gelombang tinggi yang bakal terjadi.

“Mulai tanggal 24 sudah mulai diwaspadai segera untuk disampaikan peringatan dini. Untuk nelayan perlu hati-hati,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng semarang diy
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top