Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Klaster Takziah Muncul di Sleman, Epidemiolog UGM Ungkit Hal Ini

Kalau sudah terjadi kerumunan, maka potensi penularan virus itu sangat besar. Makanya penting menerapkan protokol kesehatan.
Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  10:40 WIB
Ilustrasi - Personel gabungan TNI dan Polri membagikan masker saat kampanye Protokol Kesehatan Covid-19. - Antara
Ilustrasi - Personel gabungan TNI dan Polri membagikan masker saat kampanye Protokol Kesehatan Covid-19. - Antara

Bisnis.com, SLEMAN - Euforia dan pengabaian terhadap protokol kesehatan bisa memunculkan klaster penularan Covid-19.

Kasus yang terjadi di sejumlah negara di Eropa itu bisa juga terjadi di Indonesia. Kerumunan dan protokol kesehatan menjadi kata kuncinya.

Di Sleman, misalnya, ditengarai munculnya klaster Covid-19 dari aktivitas takziah.

Ahli Epidemiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Riris Andono Ahmad mengatakan adanya klaster takziah di dua lokasi berbeda di Sleman merupakan fenomena biasa. Hal itu muncul ketika masyarakat mulai mengabaikan protokol kesehatan.

Ia menyebutkan fenomena tersebut juga terjadi di negara-negara seperti di Eropa ketika masa lockdown berakhir, warga melakukan euforia dan mengabaikan protokol kesehatan. Dampaknya kasus baru kembali meningkat.

"Saat kasus mulai turun, masyarakat kemudian mengabaikan protokol kesehatan yang 3 M atau 5 M itu," kata Riris saat dihubungi Harianjogja.com, Senin (29/3/2021).

Riris tidak mengetahui pasti apakah penyebab klaster takziah ini dikarenakan Satgas Covid-19 tidak melakukan pengawasan secara optimal atau masyarakat sudah mulai kendor menerapkan protokol kesehatan.

Yang pasti, katanya, adanya kerumunan orang sangat berpotensi menyebabkan terjadinya penularan.

"Kalau sudah terjadi kerumunan, maka potensi penularan virus itu sangat besar. Makanya penting menerapkan protokol kesehatan," ujar Riris.

Riris mengingatkan agar pencegahan penularan virus tersebut harus dilakukan bersama-sama. Tidak hanya Satgas.

Kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan menurut Riris menjadi hal yang penting.

"Jadi butuh kesadaran masyarakat untuk benar-benar menerapkan protokol kesehatan," katanya.

Terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Savitri Nurmala Dewi mengatakan monitoring dan evaluasi untuk kegiatan Satgas di lapangan selama ini tetap dilakukan.

Satgas dari tingkat kabupaten hingga padukuhan misalnya terus melakukan pengawasan dan penegakan aturan sesuai Instruksi Bupati Sleman.

"Kami juga pernah berkoordinasi dengan kapanewon terkait pemantauan hajatan. Khusus untuk klaster takziah ini, pekan ini kami akan membahasnya," kata Evie.

Menurutnya, Satgas masing-masing wilayah tetap mengawal instruksi bupati tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro di Sleman untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Bahkan, lanjutnya, bupati dalam instruksinya sudah meminta agar kalurahan untuk menegakkan protokol kesehatan di rumah warga, lapangan terbuka, gedung pertemuan, serta tempat lainnya yang berpotensi menimbulkan kerumunan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sleman Covid-19 Protokol Pencegahan Covid-19

Sumber : JIBI/Harian Jogja

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top