Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cerita Relief Candi Borobudur Segera Jadi Pertunjukan Tari Menarik

Beberapa cerita dalam relief telah dipelajari dan dibuat koreografinya. Terdapat lebih dari 1.200 relief di Candi Borobudur yang memiliki cerita menarik.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 09 April 2021  |  07:53 WIB
Petugas Balai Konservasi Borobudur (BKB) menyemprotkan cairan minyak atsiri serai wangi pada permukaan batu candi yang berlumut di kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jateng, Kamis (8/4/2021). BKB berhasil mengembangkan bahan alami minyak atsiri serai wangi untuk penangkal tumbuhnya lumut dan organisme lain yang merusak batuan candi sebagai upaya konservasi Candi Borobudur. ANTARA FOTO/Anis Efizudin - rwa.
Petugas Balai Konservasi Borobudur (BKB) menyemprotkan cairan minyak atsiri serai wangi pada permukaan batu candi yang berlumut di kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jateng, Kamis (8/4/2021). BKB berhasil mengembangkan bahan alami minyak atsiri serai wangi untuk penangkal tumbuhnya lumut dan organisme lain yang merusak batuan candi sebagai upaya konservasi Candi Borobudur. ANTARA FOTO/Anis Efizudin - rwa.

Bisnis.com, MAGELANG - Relief-relief yang terukir di dinding Candi Borobudur sebentar lagi akan menjadi suguhan sendratari menarik. Balai Konservasi Candi Borobudur telah menggandeng sanggar-sanggar tari di Magelang untuk mewujudkan hal itu.

Beberapa cerita dalam relief telah dipelajari dan dibuat koreografinya. Terdapat lebih dari 1200 relief di Candi Borobudur yang memiliki cerita menarik.

"Kami telah mengkaji potensi relief itu, dan mengintepretasikan cerita-cerita dalam relief itu dalam bentuk tarian. Ada banyak cerita, misalnya Karmawibhangga, Lalitawistara, Jataka Awadana, Gandawyuha dan lain sebagainya," kata Seksi Dokumentasi dan Publikasi Balai Konservasi Borobudur, Isni Wahyuningsih, Kamis (8/4/2021).

Dari cerita-cerita di relief itu, pihaknya telah membuat koreografi-koreografi untuk diejawantahkan dalam bentuk tari. Untuk mewujudkan itu, Balai Konservasi Borobudur telah menggandeng sangar-sanggar tari dan masyarakat sekitar.

"Hal ini penting, karena pemaknaan dan nilai-nilai di relief itu diberikan pada generasi penerus untuk pembelajaran. Jadi tidak hanya fisiknya yang kami lestarikan, tapi juga nilainya," jelasnya.

Sebenarnya lanjut dia, potensi seni tari dari relief candi Borobudur sangat banyak. Namun untuk saat ini, baru enam tarian yang sedang dikembangkan.

"Karena pandemi ini, workshopnya dibatasi. Kami baru mengembangkan enam tarian dan menggandeng enam sanggar. Tarian kami ambil dari cerita Jataka Awanda, salah satunya kisah Manohara," pungkasnya.

Sementara itu, Ganjar begitu bangga dengan upaya menggerakkan cerita-cerita relief Candi Borobudur dalam kehidupan nyata. Setelah sebelumnya ia bersama Trie Utami, Dewa Budjana dan Purwatjaraka bersama-sama mewujudkan seni musik yang tertera dalam relief Borobudur, kini ada seni tari yang terinspirasi dari cerita di sana.

"Jadi ini nanti pasti akan menjadi pertunjukan yang sangat menarik. Setelah tadi saya bahas seni musik, sekarang ada seni tari. Ini luar biasa," jelas Ganjar melalui siaran persnya.

Ganjar memang mendorong pembangunan kawasan Borobudur tak hanya fokus pada bangunan fisik. Namun kesenian, budaya, arsitektur, lingkungan dan lainnya harus juga dikembangkan bersama.

"Sehingga wisatawan yang datang tidak akan bosan. Dia akan benar-benar mendapatkan soul dari Borobudur," pungkasnya. (k28)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng borobudur
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top