Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tempat Hiburan di Semarang Diminta Tutup Periodik, Ini Jadwalnya

Diskotek, kelab malam, pub, karaoke, billiard, panti pijat dan bar, baik di dalam maupun di luar hotel di Kota Semarang ditutup mulai tanggal 12-13 April 2021.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 14 April 2021  |  06:53 WIB
Razia tempat hiburan malam. - Ilustrasi
Razia tempat hiburan malam. - Ilustrasi

Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang mengeluarkan surat edaran dimana tempat hiburan malam saat awal Ramadan dan hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah tutup sementara.

Aturan tersebut dituangkan melalui surat edaran bernomor B/1091/556/IV/2021 tertanggal 09/4/2021 yang mengatur perihal pengaturan operasional usaha hiburan selama ramadan dan idul fitri 2021.

Edaran tersebut mengacu kepada Peraturan Wali Kota Semarang Nomor 13 Tahun 2021 tentang perubahan keempat atas peraturan Wali Kota Semarang Nomor 57 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kota Semarang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, dalam rangka menghormati bulan suci Ramadan dan menciptakan rasa saling menghormati di antara penganutnya, maka operasional usaha hiburan di Kota Semarang perlu ditetapkan ketentuan-ketentuan.

“Pada awal puasa, seluruh usaha meliputi diskotek, kelab malam, pub, karaoke, billiard, panti pijat dan bar, baik di dalam maupun di luar hotel di Kota Semarang ditutup mulai tanggal 12-13 April 2021,” katanya, Selasa (13/4/2021).

Sedangkan pada Hari Raya Idul fitri 1442 Hijriah seluruh usaha ditutup pada tanggal 11-16 Mei 2021. Ia juga meminta selama bulan puasa diharapkan saling menghormati dan menjaga pelaksanaan ibadah Ramadan.

Sehubungan dengan hal tersebut, dia meminta agar pemilik, pimpinan, maupun penanggungjawab usaha hiburan untuk menaati aturan pemerintah tersebut.

"Jika melakukan pelanggaran akan diberikan sanksi sesuai Pasal 46 dan 47 Perda Nomor 3 Tahun 2010 tentang kepariwisataan," katanya. (k28)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng semarang
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top