Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bupati Magelang Keluarkan Imbau Khusus Menjelang Nataru

Pemerintah Kabupaten Magelang bakal melakukan pemantauan di titik keramaian pada momen Nataru.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 02 Desember 2021  |  13:31 WIB
Pengunjung memetik buah stroberi di kawasan Agrowisata Banyuroto, Sawangan, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (7/11/2021). Agrowisata Banyuroto yang menawarkan petik buah stroberi langsung dari kebun dengan pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu tersebut menjadi destinasi favorit kawasan wisata lereng Gunung Merbabu. - Antara/Hendra Nurdiyansyah.
Pengunjung memetik buah stroberi di kawasan Agrowisata Banyuroto, Sawangan, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (7/11/2021). Agrowisata Banyuroto yang menawarkan petik buah stroberi langsung dari kebun dengan pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu tersebut menjadi destinasi favorit kawasan wisata lereng Gunung Merbabu. - Antara/Hendra Nurdiyansyah.

Bisnis.com, MAGELANG – Jelang momen perayaan Natal dan tahun baru (Nataru), Bupati Magelang Zaenal Arifin mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap coronavirus varan Omicron. Untuk mengantisipasi terjadinya penularan, Bupati akan mengambil sejumlah langkah antisipasi.

“Tentunya kita akan sangat ekstra hati-hati dan ekstra sangat ketat agar tidak terjadi penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Magelang dengan varian yang baru. Maka kita tunggu, karena semuanya berjalan secara dinamis,” jelas Zaenal, dikutip Rabu (1/12/2021).

Bupati mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Magelang akan melakukan koordinasi sebagai persiapan menghadapi momen nataru. Selain itu, Zaenal juga menyebut bahwa sesuai dengan Instruksi Mendagri, Pemerintah Kabupaten Magelang bakal melakukan pemantauan di pusat-pusat keramaian.

“Kalau kita diizinkan, seperti Borobudur, dengar-dengar masih boleh membuka wisata itu. Namun dengan catatan tertentu. Maka akan kita tunggu, dua tiga hari ke depan. Instruksi pusat seperti apa. Maka itu yang akan kita gunakan untuk bahan rapat koordinasi,” jelas Zaenal.

Zaenal juga menambahkan bahwa rapat koordinasi tersebut juga dilakukan untuk memastikan ketersediaan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat selama nataru. “Masyarakat harus tersedia akan kebutuhan itu. Jadi jangan sampai tidak ada,” jelasnya seperti dikutip Bisnis dari laman Pemerintah Kabupaten Magelang.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut bahwa varian omicron masih belum ditemukan di Jawa Tengah. Untuk mencegah penularan varian baru virus corona tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bakal memperketat pintu masuk utamanya di bandara juga pelabuhan.

“Jangan sampai ada orang keluar dari airport dari pelabuhan dari pintu belakang. Semua harus lewat pintu depan. Kalau ini bisa dijaga, insyaallah kita bisa menjaga agar varian baru tidak masuk ke kita,” jelas Ganjar beberapa waktu lalu.

Ketua Pokja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM), Gunadi, menyampaikan bahwa vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan merupakan kunci pencegahan penularan Covid-19 varian omicron.

“Masyarakat sebaiknya tetap waspada, tapi tidak perlu khawatir berlebihan. Apalagi pemerintah sudah melakukan langkah-langkah preventif termasuk menutup bandara untuk WNA (Warga Negara Asing) dari negara dimana varian omicron terdeteksi,” jelas Gunadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng magelang

Sumber : beritamagelang.id

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top