Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hetero Space Solo Incar Pelaku Usaha Kriya dan Pengembang Gim

Secara umum, Hetero Space Solo memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan dengan co-working space lainnya. Tak hanya dari infrastruktur dan fasilitas, tetapi juga dari fokus area usahanya.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 18 Desember 2021  |  17:47 WIB
Khaleed Hadi Pranowo (kiri), Pendiri Impala Network sekaligus Direktur Hetero Incubator Jawa Tengah, bersama Kepala Balai Pelatihan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah, Hatta Hatnansya Yunus, dalam peresmian Hetero Space Solo sekaligus Hetero Fest yang digelar pada Sabtu (18/12/2021). - BISNIS/Muhammad Faisal Nur Ikhsan
Khaleed Hadi Pranowo (kiri), Pendiri Impala Network sekaligus Direktur Hetero Incubator Jawa Tengah, bersama Kepala Balai Pelatihan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah, Hatta Hatnansya Yunus, dalam peresmian Hetero Space Solo sekaligus Hetero Fest yang digelar pada Sabtu (18/12/2021). - BISNIS/Muhammad Faisal Nur Ikhsan

Bisnis.com, SURAKARTA – Setelah sukses dengan Hetero Space Semarang, kini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Dinkop-UMKM) serta Impala Network resmi membuka Hetero Space Solo. Pembukaan Hetero Space diawali dengan rangkaian acara Hetero Fest yang berlangsung pada Sabtu-Minggu, 18-19 Desember 2021.

Khaleed Hadi Pranowo, Pendiri Impala Network sekaligus Direktur Hetero Incubator Jawa Tengah, menjelaskan bahwa Hetero Space Semarang dan Solo memiliki sejumlah perbedaan.

“Memang dari sisi infrastruktu cukup berbeda juga. Dari sisi fasilitas yang di dalamnya, di Solo ada Maker Space-nya juga. Kemudian ada studio fotonya juga,” ujarnya, Sabtu (18/12/2021).

Secara khusus, baik Hetero Space Semarang maupun Solo memiliki fokus area usaha yang berbeda. Khaleed menjelaskan bahwa perbedaan tersebut merupakan respons atas kebutuhan masyarakat di kedua daerah tersebut.

“Memang nanti Hetero Space Semarang kami fokuskan di start-up digital, di UMKM, dan bisnis kreatif. Sedangkan di Hetero Space Solo ini kami fokuskan di kriya, seni pertunjukan, kemudian games juga,” jelas Khaleed.

Khaleed juga menjelaskan bahwa Hetero Space merupakan fasilitas pengembangan usaha yang tak terbatas dalam bentuk infrastruktur atau ruangan co-working space. Di tempat ini, disediakan program pengembangan kapasitas seperti pelatihan, kompetisi, dan inkubasi untuk sektor UMKM, ekonomi kreatif, juga start-up digital.

Program inkubasi tersebut bahkan tengah dilaksanakan dalam tajuk ‘Hetero For Start-Up’. “Saat ini sedang pra-inkubasi. Jadi ada proses mentoring dan coaching selama 3 bulan. Nanti kita cari pemenangnya dimana 20 pemenang akan kita inkubasi,” jelas Khaleed.

Dengan peresmian Hetero Space Solo, Khaleed berharap agar pelaku usaha rintisan, UMKM, serta ekonomi kreatif di Jawa Tengah bisa terus berkembang.

“Hetero Space ini hadir sebagai ecosystem builder bagi ekonomi kreatif di Indonesia, sementara ini kita ada di Semarang dan Solo. Semarang memang menjadi titik awalnya, langkah awal bagi ecosystem builder di Jawa Tengah yang nanti masyarakat seluruh Indonesia,” jelasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm jateng coworking space
Editor : Farodlilah Muqoddam

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top