Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelajah Investasi Jateng: Memotret Rantai Pasok Produksi Kendaraan Listrik di Jawa Tengah

Pengalaman Jateng sebagai vendor tier 2 dan 3 dalam industri otomotif menjadi modal penting untuk membangun ekosistem produksi kendaraan listrik.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 08 September 2022  |  15:24 WIB
Jelajah Investasi Jateng: Memotret Rantai Pasok Produksi Kendaraan Listrik di Jawa Tengah
Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi Jateng, Haeruddin, melepas tim Jelajah Investasi Jateng 2022 di kompleks Kantor Gubernur Jateng. - Bisnis/M. Faisal Nur Ikhsan
Bagikan

Bisnis.com, SEMARANG — Jawa Tengah punya potensi besar untuk mengembangkan sebuah ekosistem produksi kendaraan listrik di Indonesia. Sejumlah wilayah di Jateng sudah masuk dalam rantai pasok industri otomotif nasional, mulai dari karoseri, produsen suku cadang dan komponen permesinan, hingga beragam komponen ringan kendaraan. Barang-barang itu dipasok ke Jawa Barat untuk dirakit.

Di era kendaraan listrik, pengalaman sebagai vendor tier 2 dan 3 dalam industri otomotif itu bisa menjadi modal penting untuk membangun ekosistem produksi kendaraan listrik yang terintegrasi.

Jelajah Investasi Jateng 2022 menelusuri rantai pasok industri otomotif di Jateng yang tersebar di berbagai wilayah. Sebagian dari mereka sudah mulai masuk ke industri kendaraan listrik yang sudah mulai tumbuh di beberapa kota seperti Semarang, Kendal, dan Kudus.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memproyeksikan bahwa di masa mendatang, ekosistem kendaraan listrik bakal menjadi peluang tersendiri di Jawa Tengah. Dengan berkembangkan sektor industri tersebut, Jawa Tengah setidaknya punya amunisi tambahan untuk menyelesaikan isu ketimpangan ekonomi yang terjadi.

Dalam Forum Perumusan Analisis dan Rekomendasi Kebijakan Jawa Tengah (Pusaka Jateng) yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, diungkapkan bahwa perkembangan industri manufaktur memang punya dampak yang signifikan bagi penurunan angka kemiskinan.

“Brebes, Banyumas, Kebumen, Purbalingga, Cilacap itu areanya. Jadi terkonfirmasi, maka kita musti arahkan pembangunan ke sana,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jelajah Investasi
Editor : Farodlilah Muqoddam
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top