Jateng Targetkan Partisipasi Pemilu 80 Persen

Sosialisasi terus dilakukan, termasuk melakukan perekaman bagi warga yang belum memiliki KTP Elektronik.
Pj. Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, memantau kesiapan logistik Pemilu di Gudang KPU Surakarta pada Selasa (9/1/2024)./Istimewa-Pemprov Jateng.
Pj. Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, memantau kesiapan logistik Pemilu di Gudang KPU Surakarta pada Selasa (9/1/2024)./Istimewa-Pemprov Jateng.

Bisnis.com, SEMARANG - Partisipasi masyarakat di Jawa Tengah dalam agenda Pemilu 2024 diharapkan bisa menembus angka 80%.

"Kita bersyukur kalau masing-masing kabupaten/kota bisa di atas 80% atau sampai 90%," kata Nana Sudjana, Pj. Gubernur Jawa Tengah, dikutip Rabu (10/1/2024).

Nana menyebut, untuk memenuhi target tersebut, berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Misalnya dengan mengajak masyarakat untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) juga dengan mendata warga yang belum terekam dalam KTP Elektronik.

"Setiap ada waktu disertakan sosialisasi kepada masyarakat, kemudian melakukan simulasi. Sehingga, masyarakat tahu betul bagaimana dalam pelaksanaan pemungutan suara itu," jelas Nana dikutip dari siaran pers.

Nana melanjutkan, proses perekaman data penduduk bakal terus dilakukan. Mengingat, per 4 Januari 2024, masih ada 255.828 orang penduduk Jawa Tengah yang belum terekam dalam catatan sipil. Jumlah tersebut termasuk pemilih pemula yang akan memasuki usia 17 tahun saat pemungutan suara berlangsung.

"Makanya ini kita update terus, sehingga pada pelaksanaan pemungutan suara nanti sudah masuk semua," tambahnya.

Selain mendorong tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu 2024, Nana juga memastikan distribusi logistik Pemilu di Jawa Tengah berjalan dengan lancar. Adapun saat ini, hampir semua logistik Pemilu sudah dikirim ke kabupaten/kota tujuannya masing-masing.

Lebih lanjut, Nana juga mengimbau untuk memastikan tempat penyimpanan logistik Pemilu juga TPS di Jawa Tengah agar terhindar dari hujan dan banjir.

"Tempat-tempat seperti TPS harus betul-betul di lokasi yang aman. Kalau lokasi itu rawan banjir, maka perlu segera dipindahkan," pesannya.

Logistik Pemilu 2024 memang menjadi perhatian khusus. Dalam setiap tahapan mulai dari distribusi, penyimpanan, hingga penggunaannya dilengkapi dengan pengamanan berlapis. Personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, hingga masyarakat juga dilibatkan buat memastikan keamanan logistik Pemilu tersebut.

Sebelumnya, pada Senin (8/1/2024), Nana meminta masyarakat untuk menjaga situasi yang kondusif jelang Pemilu 2024 mendatang.

"Kami terus koordinasi dengan beberapa partai untuk saling menjaga kondusifitas," jelasnya. Nana menyebut, jelang pelaksanaan Pemilu, potensi penyebaran informasi yang mengandung hoaks, ujaran kebencian, serta provokasi bakal terus meningkat.

"Kominfo saya minta untuk terus patroli di dunia maya. Rekan media juga saya minta bisa menangkal berita yang tidak benar yang beredar di media sosial, sebab masyarakat masih percaya dengan media mainstream," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper