Kota Semarang Lanjutkan Program Pasar Murah

Selain empat program prioritas nasional, Pemerintah Kota Semarang juga bakal melanjutkan beberapa proyek pembangunan yang sempat tertunda pada 2023 lalu.
Petugas menyiapkan kebutuhan pokok yang dijual dalam program pasar murah yang digelar Pemerintah Kota Semarang di Kecamatan Gunungpati, beberapa waktu lalu./Bisnis-Muhammad Faisal Nur Ikhsan.
Petugas menyiapkan kebutuhan pokok yang dijual dalam program pasar murah yang digelar Pemerintah Kota Semarang di Kecamatan Gunungpati, beberapa waktu lalu./Bisnis-Muhammad Faisal Nur Ikhsan.

Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang bakal melanjutkan program Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman (Pak Rahman) sebagai bagian dari empat program prioritas nasional di tahun 2024 ini.

"Sebenarnya kalau tahun lalu ada [pelaksanaan pasar murah di] tempat ibadah, ini pengembangannya ditambah coverage-nya, kemudian ditambah volume-nya," jelas Hevearita Gunaryanti Rahayu, Wali Kota Semarang, dikutip Senin (15/1/2024).

Ita, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa banyak warga yang menginginkan program pasar murah itu bisa dilaksanakan secara rutin. Hal yang sama juga disampaikan perusahaan yang pabriknya juga menjadi sasaran pelaksanaan program tersebut.

Pemerintah Kota Semarang juga menyediakan mobil khusus untuk mendukung program pasar murah itu. Pengadaan mobil itu jadi yang pertama kali dilakukan.

"Dan ternyata menarik. Jadi orang tidak perlu bawa meja, dengan mobil bisa dibawa, langsung dijual di tempat. Umpamanya ada tempat lain yang membutuhkan, hari itu juga bisa jalan," jelasnya.

Sementara ini baru tersedia satu unit mobil pendukung program pasar murah di Kota Semarang. Ita menyebut, penambahan unit mobil telah direncanakan. Bahkan, peluang pemanfaatan corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) bakal coba digarap agar pengadaan tersebut tidak memakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Adapun untuk menekan harga kebutuhan pokok yang dijual dalam program pasar murah tersebut, Pemerintah Kota Semarang telah menjalin kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Petani (BUMP).

Selain program pengendalian inflasi melalui pasar murah, Pemerintah Kota Semarang juga bakal melanjutkan beberapa proyek pembangunan yang sempat mandek di tahun 2023 lalu.

Sebelumnya, Ita sempat menyebut pihaknya bakal melanjutkan proyek pembangunan Masjid Raya Kota Semarang serta proyek penanganan banjir di beberapa titik."Kami prioritaskan pengadaan pompa-pompa untuk mengatasi banjir.

Kolaborasi dengan Kementerian PUPR juga semakin masif. Hal ini karena ada beberapa PR yang masih belum selesai di 2024 ini, salah satunya tol tanggul laut," jelas Ita.

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang juga mendapat perhatian. Usai kebakaran yang terjadi pada pengujung tahun 2023 lalu, Pemerintah Kota Semarang bakal meningkatkan sarana dan prasarana pendukung untuk meminimalkan potensi kebakaran di lokasi tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper