Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Realisasi Investasi Jateng Capai 14% dari Target Tahunan

Investasi pada sektor padat karya masih mendominasi realisasi investasi Jawa Tengah pada kuartal I/2024.
Foto udara suasana di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah./Bisnis-Eusebio Chrysnamurti.
Foto udara suasana di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah./Bisnis-Eusebio Chrysnamurti.

Bisnis.com, SEMARANG - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah mencatat realisasi investasi pada kuartal I/2024 telah mencapai Rp15,167 triliun dari target Rp77,43 triliun pada tahun ini. Dari total investasi tersebut, investor Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) lebih banyak menanamkan modalnya dibanding Penanaman Modal Asing (PMA).

"Untuk sektor, PMA masih didominasi oleh sektor yang menyarap tenaga kerja banyak. [Seperti] industri tekstil, barang kulit, dan alas kaki. Untuk PMDN, industri kayu, gudang, komunikasi, jasa lainnya, makanan dan minuman, perumahan, kawasan industri, dan perkantoran," jelas Sakina Rosellasari, Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah, dalam konferensi persnya yang digelar pada Senin (6/5/2024).

Sakina menyampaikan bahwa Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, dan Kota Semarang masih menjadi tujuan investor PMA. Kesiapan infrastruktur dan kawasan industri menjadi beberapa faktor yang memengaruhi preferensi tersebut. Realisasi investasi di Jawa tengah sendiri masih didominasi oleh industri padat karya seperti industri tekstil.

Sakina menyebut, sektor tersebut penting bagi Jawa Tengah. Selain menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sektor industri padat karya juga memberikan dampak positif berupa peningkatan kesejahteraan dan ikut menurunkan angka kemiskinan.Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, realisasi investasi di Jawa Tengah menunjukkan pertumbuhan di angka 19%.

Realisasi investasi PMA dilaporkan tumbuh 2,66% sementara PMDN mencapai 15,98%.Kondisi tersebut juga berbanding lurus dengan jumlah proyek dan serapan tenaga kerja. DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah mencatat, jumlah proyek dari realisasi investasi di Jawa Tengah pada kuartal I/2024 tumbuh 66,33% (yoy).

Realisasi investasi pada kuartal I/2024 juga berhasil menyerap 78.204 tenaga kerja atau tumbuh 60,28% (yoy).Dilihat dari negara asalnya, investor asal Singapura masih mendominasi realisasi investasi di kuartal I/2024 ini.

"Singapura ini karena pastinya memiliki Sembcorp yang kerjasama dengan Jababeka untuk pengembangan kawasan industri, khususnya Kawasan Industri Kendal (KIK), jadi sektornya infrastruktur," jelas Sakina.

Lebih lanjut, Sakina menyebut bahwa pihaknya telah melakukan berbagai strategi untuk mendatangkan lebih banyak investor ke Jawa Tengah. Salah satu caranya adalah dengan memberikan kemudahan perizinan sesuai dengan Peraturan Daerah yang berlaku.

Layanan perizinan tersebut diberikan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) yang telah tersebar di 33 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Di beberapa kawasan industri di Jawa Tengah, Sakina menyebut telah tersedia fasilitas Tax Allowance dan Tax Holiday yang bisa meringankan investor ketika menanamkan modalnya di Jawa Tengah.

Selain itu, Sakina berharap pemerintah daerah di tingkat kabupaten dan kota bisa ikut memainkan peran yang lebih besar dalam menjaring investor. "Yang ditunggu investor sebetulnya bagaimana kemudahan investasi dalam bentuk insentif di kabupaten/kota," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper