Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Evaluasi Jateng di Rumah Saja, Ditemukan 70 Pelanggaran di Surakarta

Tempat usaha ada yang ditutup di antaranya ada warmindo, hik, rumah makan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Februari 2021  |  10:07 WIB
Ilustrasi-Posko penegakan kedisiplinan yang didirikan di pasar-pasar tradisional selama pemberlakuan Gerakan Jateng di Rumah Saja. - Antara/Aris Wasita.
Ilustrasi-Posko penegakan kedisiplinan yang didirikan di pasar-pasar tradisional selama pemberlakuan Gerakan Jateng di Rumah Saja. - Antara/Aris Wasita.

Bisnis.com, SOLO - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surakarta mencatat sebanyak 70 pelanggaran selama Gerakan Jateng di Rumah Saja pada 6-7 Februari 2021.

"Warung makan, rumah makan masih menyelenggarakan hiburan, kemudian ada penyelenggaraan 'event' cupang kemarin, langsung kami lakukan pembubaran," kata Kepala Satpol PP Kota Surakarta Arif Darmawan di Solo, Jateng, Minggu (7/2/2021).

Selain itu, pihaknya juga membubarkan tiga lokasi hajatan yang diselenggarakan oleh masyarakat yang tidak mengikuti Surat Edaran (SE) Wali Kota Surakarta. Dengan pembubaran tersebut, totalnya ada sebanyak 70 pelanggaran.

"Bagi pelanggar langsung kami sanksi, bubarkan, termasuk bakul pasar ya kami tutup tujuh hari. Kalau pasarnya ada 14 pasar. Rata-rata mereka 'nggak' pakai masker dan memakai masker tidak sempurna," katanya.

Sedangkan untuk jumlah kios dari 14 pasar tersebut yang terpaksa ditutup karena pedagang yang tidak mematuhi protokol kesehatan sebanyak 17 kios.

Selain itu, kata dia, untuk rumah makan maupun tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan tersebut untuk sementara ditutup selama tiga hari hingga Senin (8/2). Selanjutnya, akan dikaji kembali apakah akan ada perpanjangan penutupan atau tidak.

"Tempat usaha ada yang ditutup di antaranya ada warmindo, hik, rumah makan. Di situ ada kerumunan dan 'live music' juga," katanya.

Sementara itu, untuk masyarakat secara keseluruhan, menurut dia, sekitar 60 persen sudah dinilai disiplin, sedangkan 40 persen di antaranya belum disiplin. Salah satunya pihaknya menertibkan anak berusia di bawah 15 tahun yang masuk ke Pasar Depok, yang bersangkutan langsung dipulangkan.

"Kalau secara umum kemarin sepi, pasar juga sepi, tetapi pagi ini tadi yang sepedaan banyak banget, luar kota banyak yang masuk ke Solo. Selama mereka menjalankan protokol kesehatan ya berarti tidak melanggar," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng semarang surakarta

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top