Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penutupan Sejumlah Pasar di Kudus Berimbas ke Penurunan Permintaan Kedelai

Permintaan kedelai impor rata-rata per hari selama beberapa hari terakhir menurun menjadi antara 10-15 ton. Sedangkan sebelumnya bisa mencapai 30 ton per hari.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Mei 2021  |  19:58 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bisnis.com, KUDUS - Keputusan Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menutup sejumlah pasar tiban atau pasar dadakan berdampak pada menurunnya permintaan kedelai impor karena para produsen tahu dan tempe juga mengurangi kapasitas produksinya menyesuaikan permintaan.

"Sejak adanya penutupan pasar dadakan, permintaan tahu dan tempe di pasaran juga menurun sehingga berdampak pada permintaan kedelai impor," kata Manajer Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma'ruf di Kudus, Senin (31/5/2021).

Ia mencatat sejak adanya lonjakan kasus penyakit Covid-19 ditambah keputusan penutupan pasar, sejumlah pengusaha tahu dan tempe mulai mengurangi produksinya.

Hal itu, katanya, bisa dilihat dari permintaan kedelai impor rata-rata per hari selama beberapa hari terakhir menurun menjadi antara 10-15 ton. Sedangkan sebelumnya bisa mencapai 30 ton per hari.

Harga jual kedelai impor saat ini juga mulai turun dari harga jual sebelumnya Rp10.750 per kilogram, kini turun menjadi Rp10.600/kg.

"Daya beli masyarakat diperkirakan juga mulai turun sehingga para produsen tahu dan tempe juga harus mengurangi produksinya," ujarnya.

Ia juga mulai mengurangi stok kedelai di gudang karena khawatir terjadi perubahan harga serta antisipasi penurunan permintaan kedelai impor. Sedangkan stok kedelai impor saat ini hanya berkisar 30-an ton.

Kalaupun ada lonjakan permintaan, pihaknya juga masih bisa mendatangkan tambahan stok kedelai impor.

Sementara jumlah pengusaha tahu dan tempe di Kabupaten Kudus diperkirakan mencapai 300-an pengusaha yang tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Kecamatan Kota, Jekulo, Kaliwungu, Dawe, Bae, Gebog, Undaan, Mejobo dan Jati.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng kedelai kudus

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top