Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kota Pekalongan Andalkan Posyandu untuk Tangani Stunting

Fungsi dan kinerja Posyandu perlu dioptimalkan untuk mendukung upaya pemberantasan stunting. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan peningkatan kualitas layanan serta sarana di Posyandu.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 26 Maret 2022  |  21:33 WIB
Kota Pekalongan Andalkan Posyandu untuk Tangani Stunting
Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). - Antara/Dedhez Anggara
Bagikan

Bisnis.com, SEMARANG – Pemerintah Kota Pekalongan menjadikan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai garda terdepan dalam upaya penanganan stunting atau gagal tumbuh. Untuk mendukung upaya tersebut, dibentuk Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu hasil kerja sama Dinas Kesehatan Kota Pekalongan serta Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK).

“Peran Pokjanal Posyandu ini sangat penting, yakni menyiapkan data dan informasi tentang keadaan maupun perkembangan kegiatan yang berkaitan dengan kualitas program Posyandu,” jelas Inggit Soraya, Ketua TP PKK Kota Pekalongan, dikutip Bisnis dari laman Pemerintah Kota Pekalongan pada Jumat (25/3/2022).

Pokjanal Posyandu Kota Pekalongan sendiri telah menggelar pertemuan dengan sejumlah dinas terkait. Dalam pertemuan tersebut, disimpulkan bahwa fungsi dan kinerja Posyandu perlu dioptimalkan untuk mendukung pemberantasan stunting.

Inggit mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut disampaikan sejumlah masukan dan kendala yang dihadapi Posyandu di Kota Pekalongan. Salah satunya adalah kurangnya sarana dan prasarana Posyandu, seperti alat timbangan. Kondisi tersebut jadi masalah tersendiri, pasalnya alat timbangan tersebut sangat diperlukan untuk memantau tumbuh kembang anak.

“Dari jumlah Posyandu 414 timbangan yang rusak 90. Harapannya, di tahun depan bisa dianggarkan untuk itu, karena timbangannya ini juga termasuk alat yang penting di Posyandu,” jelas Inggit.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula rencana pembuatan aplikasi Posyandu. “Jadi ada profil dari Posyandu itu sendiri, dari jumlah kader, mungkin sarpras yang ada, anak-anak yang stunting, agar nantinya bisa kita kawal bersama untuk mencarikan solusi dan memberikan perhatian terhadap Posyandu,” jelas Inggit.

Junaedi Wibawa, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, berharap agar pertemuan yang digelar tersebut bisa mendukung komitmen Pemerintah Kota Pekalongan untuk menurunkan angka stunting.

“Kita berkomitmen dengan Pemerintah Kota Pekalongan setiap tahun untuk menargetkan penurunan angka stunting itu setiap tahun 3 persen. Semoga dengan adanya Pokjanal Posyandu ini dapat terpenuhi target tersebut,” ucap Junaedi.

Di Jawa Tengah, stunting dan gizi buruk memang masih menjadi momok tersendiri. Kondisi tersebut berkaitan erat dengan asupan gizi dan nutrisi anak, dimana angkanya berkaitan erat dengan tingkat kemiskinan dan indeks pembangunan manusia di tiap daerah.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, mencatat pada 2021 lalu jumlah anak dengan gizi buruk mencapai 1.902 dari jumlah 2.443.282 anak bawah lima tahun. Kabupaten Brebes menjadi daerah dengan jumlah anak balita dengan gizi buruk terbanyak di Jawa Tengah. Jumlahnya mencapai 422 anak di tahun 2021 lalu. Di Kota Pekalongan sendiri, jumlah anak balita yang menderita gizi buruk mencapai 13 anak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng posyandu pekalongan

Sumber : pekalongankota.go.id

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top