Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jawa Tengah Masih Punya Peluang Kembangkan Ekonomi Sirkular

Jawa Tengah menyambut baik masuknya investasi pada proyek daur ulang plastik di Kawasan Industri Kendal.
Asisten Ekonomi & Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko./Bisnis-Muhammad Faisal Nur Ikhsan.
Asisten Ekonomi & Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko./Bisnis-Muhammad Faisal Nur Ikhsan.

Bisnis.com, SEMARANG - Jawa Tengah masih menyimpan peluang investasi pada sektor ekonomi sirkular.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menyebut Jawa Tengah sudah punya pengalaman untuk mengolah sampah.

Tak cuma demi mengurangi dan mendaur ulang, tapi juga memanfaatkannya sebagai energi.

"Jawa Tengah bahkan sudah mendapat penghargaan dalam pelaksanaan program pembangunan daerah oleh Bappenas, sebagai inisiatif ekonomi sirkular," jelas Sujarwanto saat ditemui di Kabupaten Kendal pada Selasa (6/6/2023) siang.

Sujarwanto sendiri datang ke Kawasan Industri Kendal (KIK) untuk mewakili Gubernur Jawa Tengah dalam acara ground breaking fasilitas daur ulang plastik milik PT Alba Tridi Plastics Recycling Indonesia.

Proyek tersebut merupakan buah kerja sama antara Alba Group Asia, PT Tridi Oasis Group, serta Asian Development Bank (ADB).

"Kalau hari ini kita me-launching satu industri plastik untuk 100 ton per day. Plastik itu pasti tidak cukup dari Kendal. Karena sampah Kota Semarang itu 800 [ton per hari], tapi plastiknya di kisaran 15-20 persen. Makanya masih berpeluang kawasan Semarang Raya ini untuk mengolah plastiknya di sini," jelas Sujarwanto.

Dian Kurniawati, Founder PT Tridi Oasis Group sekaligus Alba Joint Venture Partner, menyebut fasilitas daur ulang plastik itu bakal mendukung visi dunia tanpa sampah melalui kebangkitan ekonomi sirkular.

"Saya yakin kerja sama ini dapat menjadi bukti nyata bagaimana isu sosial dan lingkungan dapat diatasi dengan kolaborasi strategis berbagai pemangku kepentingan," jelasnya.

Sebagai informasi, fasilitas daur ulang plastik itu mencatatkan total investasi sekitar US$60 juta. Untuk mendukung kapasitas produksi sekitar 36.000 ton plastik rPET, pabrik anyar itu membutuhkan sekitar 48.000 ton limbah botol PET per tahunnya.

Pabrik milik PT Alba Tridi Plastic Recycling Indonesia sendiri direncanakan bakal mulai beroperasi secara penuh pada 2025 mendatang.

Nantinya, sampah botol plastik yang menjadi bahan baku produksi bakal dikumpulkan dari wilayah Jawa dan sekitarnya. Perusahaan itu juga bakal berkolaborasi dengan para pengumpul sampah plastik lokal untuk mendukung proses produksi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper